Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hikmah » Ketum LDII: Munas IX Menjadi Kontribusi LDII Atasi Dampak Pandemi

Ketum LDII: Munas IX Menjadi Kontribusi LDII Atasi Dampak Pandemi

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Sel, 6 Apr 2021
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
Chriswanto Santoso Ketua DPP LDII

Jakarta (6/4). Masa pandemi Covid-19 menciptakan krisis kesehatan global yang berimbas ke dalam negeri. Penanggulangannya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh elemen bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat ditemui menjelang Munas IX LDII, yang akan dilaksanakan pada 7-8 April 2020 di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur.

“Kepengurusan DPP LDII periode 2016-2021 habis pada bulan ini, untuk itu Munas IX dihelat. Selain itu, kami melihat krisis kesehatan dan ekonomi ini harus diatasi agar tak menjadi krisis sosial. LDII sebagai komponen bangsa harus berkontribusi membantu pemerintah mengatasi dampak Covid-19,” ujar Chriswanto Santoso di kantor DPP LDII pada Selasa (6/4).

Diungkapkan Chriswanto Munas IX LDII, sebagai hajatan tertinggi organisasi dan penentu derap langkah untuk lima tahun ke depan, bertujuan pula merevitalisasi dan menajamkan program kerja periode lalu, “Penajaman delapan klaster kontribusi LDII untuk bangsa, bertujuan untuk meningkatkan kotribusi kami untuk membantu mengatasi dampak Covid-19,” ujar Chriswanto.

Program berupa delapan klaster itu, menurut Chriswanto sudah dilaksanakan dan dipertajam karena sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Chriswanto menyebut delapan klaster pengabdian LDII adalah bidang wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi terbarukan, dan teknologi digital.

“Harapan kami, penajaman dan revitalisasi delapan program yang kami laksanakan, dapat membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan krisis ekonomi akibat pandemi,” ujar Chriswanto Santoso.

Chriswanto menambahkan, sebelum Munas pihaknya menggelar berbagai webinar dan diskusi dengan para tokoh. Hasil diskusi tersebut menjadi bahan untuk menajamkan dan meningkatkan delapan program kerja tersebut, “Bahkan dalam Munas, kami juga mengundang para narasumber terkait delapan klaster tersebut. Sehingga hasil Munas ini segera bisa dilaksanakan sesuai kondisi kekinian,” paparnya.

Terselenggaranya Munas IX LDII berkat bantuan berbagai pihak, dari pemerintah, aparat keamanan, hingga tokoh agama serta masyarakat, “Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin yang memberi dukungan besar. Dan juga para kepala daerah dari gubernur hingga bupati dan wali kota, MUI, dan ormas Islam lainnya, yang telah memberi dukungan moral kepada warga LDII di seluruh Indonesia untuk melaksanakan Munas,” papar Chriswanto.

Sementara itu, Ketua Panitia Rully Kuswahyudi mengatakan acara Munas IX LDII diikuti 3.600 peserta di seluruh Indonesia, “Kondisi pandemi ini, membuat kami menggelar Munas dengan memadukan daring dan luring,” ujar Rully. Ia mengatakan, peserta yang hadir secara langsung dibatasi hanya 150 orang.

Mereka terdiri dari para ulama, tokoh pemerintah, DPR, pengurus DPP LDII, dan undangan khusus serta panitia. Sementara Presiden Jokowi membuka Munas IX LDII dari istana negara dengan mengundang 20 orang, yang terdiri dari ulama dan pengurus harian DPP LDII.

“Acara di Istana Negara itu, terhubung secara daring dengan para peserta yang hadir di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dan kantor DPW dan DPD LDII di seluruh Indonesia yang berjumlah 400-an studio,” ujar Rully Kuswahyudi.

Menurut Rully, Munas IX LDII dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh peserta wajib menjalani swab antigen dan melaksanakan protokol kesehatan. Ia berharap para peserta mampu menjaga diri, sehingga setelah Munas tetap terhindar dari paparan Covid-19, “Ini menjadi perhatian panitia agar para peserta dan penyelenggara mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Secara Terpisah, diungkapkan H. Joko Santoso yang juga anggota FKUB Kabupaten Wonogiri mengungkapkan, LDII selama ini sudah memberi warna yang positif dalam menginisiasi kerukunan umat beragama di kabupaten Wonogiri, hal ini diharapkan agar terus menerus ditingkatkan, selaras dengan program pemerintah kabupaten, yaitu Wonogiri maju, mandiri dan sejahtera.

Wd_LinesWNG

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Moderasi Beragama: LDII Jateng Dan Pemerintah Sinergi Ciptakan Masyarakat Toleran

    Pentingnya Moderasi Beragama: LDII Jateng Dan Pemerintah Sinergi Ciptakan Masyarakat Toleran

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 232
    • 0Komentar

    LDIIWONOGIRI, SEMARANG — Musyawarah Wilayah (MUSWIL) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Tengah resmi dibuka oleh Pejabat (PJ) Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana, di Patra Semarang Hotel & Convention, Sabtu (25/1/2025). Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, H Haerudin, SH MH PJ […]

  • LPOI dan LDII Ingatkan Jangan Termakan Isu yang Merusak Persaudaraan Umat Islam

    LPOI dan LDII Ingatkan Jangan Termakan Isu yang Merusak Persaudaraan Umat Islam

    • calendar_month Sab, 14 Jan 2023
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta (13/1). Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Imam Pituduh berkunjung ke kantor DPP LDII, Jakarta, pada Jumat (13/1). Dalam kesempatan itu, Imam menyatakan, umat Islam itu bersaudara sehingga tidak mudah dipecah belah oleh isu yang tidak mendasar. “Bersaudara itu, karena kita sama-sama satu tanah air, seiman, saudara sekemanusiaan. Persaudaraan itu tidak boleh […]

  • Prof. Yudi Latif, akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI)

    Yudi Latif: Demokrasi Indonesia Dimulai dengan Belajar Merdeka

    • calendar_month Kam, 24 Agu 2023
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Jakarta (24/8). Visi kenegaraan dimulai dari merdeka, Prof. Yudi Latif, akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menyampaikan hal itu di Webinar Kebangsaan yang digelar DPP LDII, Jakarta (23/8). Yudi menambahkan, merdeka dalam budaya, politik, dan ekonomi. Merdeka secara budaya menjadikan bangsa berkepribadian, merdeka politik berarti bangsa yang berdaulat, belajar merdeka ekonomi, berarti menjadi bangsa […]

  • RAPIMDA DPD LDII Wonogiri 2024: Membangun Generasi Berkarakter Luhur Menuju Indonesia Emas 2045

    RAPIMDA DPD LDII Wonogiri 2024: Membangun Generasi Berkarakter Luhur Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Wonogiri (24/10) – Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Wonogiri sukses diselenggarakan pada Kamis, 24 Oktober 2024, bertempat di R.M. Saraswati. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini mengangkat tema “Membangun Generasi Berkarakter Luhur, Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pimpinan […]

  • Pengkab PERSINAS ASAD Wonogiri Gelar Latihan Bersama Pelatih di Pantai Pancer Door

    Pengkab PERSINAS ASAD Wonogiri Gelar Latihan Bersama Pelatih di Pantai Pancer Door

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Wonogiri (29/01) – Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Wonogiri menggelar latihan bersama para pelatih di Pantai Pancer Door, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (29/1/2025). Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat, serta menjadi ajang berbagi ilmu antar pelatih agar dapat meningkatkan kapasitas dalam melatih di daerah masing-masing. Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Wonogiri, Dodik Setiawan, mengatakan latihan […]

  • Ketum DPP LDII Ajak Jadikan Tahun Baru Islam Refleksi Tingkatkan Moralitas Bangsa

    Ketum DPP LDII Ajak Jadikan Tahun Baru Islam Refleksi Tingkatkan Moralitas Bangsa

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jakarta (26/6). 1 Muharam atau tahun baru Islam diambil dari momentum peristiwa hijrah, yakni Rasulullah keluar dari Mekkah menuju Madinah. Itulah penanda hari pertama, bulan pertama, dan tahun pertama dalam Islam, yang ditetapkan Khalifah Umar bin Khattab atas usulan Ali bin Abi Thalib.   Kata hijrah ini membentuk kata “Hijriah” yang merujuk pada peristiwa hijrah […]

expand_less