Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » DPP LDII Tegaskan Hari Pahlawan Jadi Pijakan Perjuangan Melawan Kemiskinan, Dekadensi Moral, dan Disintegrasi

DPP LDII Tegaskan Hari Pahlawan Jadi Pijakan Perjuangan Melawan Kemiskinan, Dekadensi Moral, dan Disintegrasi

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
  • visibility 283
  • comment 0 komentar

Jakarta (10/11). Pertempuran Surabaya yang jadi cikal-bakal Hari Pahlawan pada 10 November 1945 menjadi pengingat, bahwa bangsa Indonesia pernah melawan Inggris sang pemenang Perang Dunia II, yang ingin membawa Belanda berkuasa kembali. Setelah 80 tahun, heroisme arek-arek Surabaya itu, jadi panutan yang energinya ditujukan membangun bangsa, agar sejajar dengan bangsa-bangsa maju lainnya.

Pernyataan tersebut ditegaskan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Ia menyerukan agar generasi muda menjaga semangat perjuangan para pahlawan, di hari-hari yang menentukan pada 10 November 1945 itu, “Mempelajari sejarah, berarti mempelajari jati diri bangsa agar semakin percaya diri menghadapi tantangan zaman, terutama dalam membangun kemandirian, persatuan, dan moral kebangsaan,” tegas KH Chriswanto.

“Pertempuran Surabaya adalah simbol keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih. Para pejuang saat itu melawan penjajahan dengan senjata seadanya, tapi memiliki keyakinan yang kuat terhadap kemerdekaan dan martabat bangsa. Semangat itu harus kita warisi dalam bentuk kerja nyata untuk bangsa,” ujarnya.

Ia menekankan, pada era globalisasi dan digitalisasi, perjuangan tidak lagi di medan tempur, melainkan di medan sosial kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan akhlak, “Sekarang kita berjuang melawan kemiskinan, kebodohan, dan disintegrasi. Bentuk kepahlawanan masa kini adalah berkontribusi positif di bidang masing-masing, menjaga persatuan, dan menguatkan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Chriswanto juga menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan harus diinternalisasi dalam pendidikan dan pembinaan karakter anak bangsa. Ia menilai peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menanamkan jiwa nasionalisme, rela berkorban, disiplin, dan tanggung jawab sosial.

“Kami berkomitmen menanamkan semangat nasionalisme dan keikhlasan berjuang pada generasi muda melalui kegiatan dakwah, pendidikan karakter, dan pengabdian masyarakat. Kita ingin melahirkan pahlawan masa kini yang berilmu, berakhlak, dan berdedikasi,” tambahnya.

KH Chriswanto berharap, semangat kepahlawanan itu terus hidup dalam setiap langkah pembangunan bangsa. “Kita tidak boleh melupakan sejarah. Tanpa pengorbanan para pahlawan, kita tidak akan menikmati kemerdekaan hari ini. Kini tugas kita adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, kejujuran, toleransi dan persatuan,” pungkasnya.

Sementara itu, sejarawan sekaligus Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono, menegaskan Hari Pahlawan 10 November bukan hanya peringatan pertempuran Surabaya, melainkan momentum lahirnya kesadaran kolektif bangsa tentang arti kemerdekaan yang diperjuangkan melalui pengorbanan dan solidaritas.

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (UNDIP) itu menilai, generasi muda harus memaknai Hari Pahlawan tidak lagi terletak pada perjuangan fisik, melainkan keberanian moral untuk berjuang di bidangnya masing-masing. “Kalau dulu perjuangan dilakukan dengan senjata, kini perjuangan adalah melawan kemalasan berpikir, korupsi nilai, dan hilangnya idealisme,” ujarnya.

Singgih menambahkan, semangat 10 November perlu diwujudkan melalui integritas, tanggung jawab sosial, dan kerja nyata bagi kemajuan bangsa, “Namun, generasi kini menghadapi bentuk perjuangan baru di era kemerdekaan dan globalisasi, yakni penjajahan nilai seperti individualisme dan pragmatisme.

“Esensinya tetap sama, yakni keberanian, pengabdian, dan cinta tanah air. Hanya bentuknya yang berubah—dari mengangkat senjata menjadi perjuangan dengan pengetahuan, kreativitas, dan integritas moral,” katanya.

Ia menilai nilai paling penting dari Pertempuran Surabaya adalah keberanian moral dan solidaritas kebangsaan. Para pejuang kala itu tidak hanya melawan penjajah, tapi juga memiliki kesadaran kolektif untuk mempertahankan martabat bangsa dengan pengorbanan tanpa pamrih. Nilai itu, menurutnya, relevan di masa kini ketika bangsa menghadapi tantangan moral dan sosial.

“Keberanian moral masa kini adalah keberanian menegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Semangat gotong royong juga harus dihidupkan untuk melawan korupsi, perpecahan, dan ketidakadilan sosial,” tegasnya.

Menurutnya, pahlawan hari ini bukan lagi bertempur di medan perang, tetapi berjuang melawan kemalasan, korupsi, intoleransi, dan apatisme sosial. Pahlawan masa kini adalah mereka yang berkontribusi nyata bagi bangsa melalui kerja keras, inovasi, solidaritas, dan kejujuran,” tuturnya.

Ia menutup pesannya dengan menyerukan agar semangat 10 November dihidupkan kembali dalam bentuk etika publik dan komitmen kebangsaan. “Setiap tindakan, sekecil apa pun, seharusnya menjadi bagian dari perjuangan membangun Indonesia yang berkeadaban dan berintegritas,” pungkasnya.

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan Hari Listrik Nasional, DPP LDII Dukung Percepatan Transisi Net Zero Emission

    Peringatan Hari Listrik Nasional, DPP LDII Dukung Percepatan Transisi Net Zero Emission

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Jakarta (27/10). Setiap tanggal 27 Oktober, Indonesia memperingati Hari Listrik Nasional. Peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk terus mendorong peningkatan keandalan pasokan listrik. Sekaligus mempercepat transisi energi menuju net zero emission dan memperkuat kemandirian energi nasional. Menurut Sekreatris Umum DPP LDII Dody T. Wijaya, pasokan listrik erat kaitannya dengan Paris Agreement. Dalam perjanjian tersebut dijelaskan […]

  • Menjalin Silaturahmi Pengurus PC LDII Ngadirojo Audiensi ke Kantor Forkopincam

    Menjalin Silaturahmi Pengurus PC LDII Ngadirojo Audiensi ke Kantor Forkopincam

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Ngadirojo (26/04/2022) Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Ngadirojo melaksanakan audiensi ke Pemerintah Kecamatan Ngadirojo. Tukino selaku Ketua PC LDII Ngadirojo bersama segenap Pengurus berkunjung ke Kantor Camat Ngadirojo. Kedatangan LDII ke Pemerintah Kecamatan Ngadirojo disambut langsung oleh Andika Krisnayana A.P M.Si selaku Camat Ngadirojo. “Maksud kunjungan kami  Audiensi Ke Kantor Kecamatan ini […]

  • Partisipasi LDII Dongkrak Capaian Cek Kesehatan Gratis di Wonogiri

    Partisipasi LDII Dongkrak Capaian Cek Kesehatan Gratis di Wonogiri

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 296
    • 0Komentar

    WONOGIRI — Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam program Pekan Grebeg Cek Kesehatan Gratis (CKG). Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyampaikan penghargaan kepada warga dan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang dinilai aktif mendukung suksesnya program tersebut. Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan CKG yang digelar Dewan Pimpinan Daerah LDII Kabupaten Wonogiri […]

  • Ponpes Citra Suhada adakan Kegiatan Cinta Alam Indonesia

    Ponpes Citra Suhada adakan Kegiatan Cinta Alam Indonesia

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Pondok Pesantren Citra Suhada di Sendang Rejo, Gondang Sari, Jatisrono, Wonogiri, mengadakan Asrama Cinta Alam Indonesia (CAI) selama 3 hari, mulai Selasa, 8 Juli hingga 10 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang profesional, religius, dan mandiri dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. Asrama CAI diikuti oleh sekitar 200 peserta dari […]

  • Lokasi Vaksinasi Ideal, Panglima TNI dan Kapolri kembali kunjungi Ponpes Minhaajurrosyidin

    Lokasi Vaksinasi Ideal, Panglima TNI dan Kapolri kembali kunjungi Ponpes Minhaajurrosyidin

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Jakarta (13/7). Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali meninjau lokasi vaksinasi di Padepokan Pencak Silat Persinas ASAD, Pondok Minhaajurrosyidin, Jakarta Timur pada Selasa (13/7). Kedatangan mereka disambut Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso dan Ketua Ponpes Minhajurrosyiddin KH Muhammad Asy’ari Akbar. Vaksinasi kali ini dikhususkan untuk peserta usia […]

  • LDII Peduli Lingkungan, Ribuan Bibit Pohon Ditanam untuk Hutan Lestari di Jatipurno Wonogiri

    LDII Peduli Lingkungan, Ribuan Bibit Pohon Ditanam untuk Hutan Lestari di Jatipurno Wonogiri

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 371
    • 0Komentar

    WONOGIRI, ldiiwonogiri.org – Sabtu (4/1/2025) PC LDII Kecamatan Jatipurno, Wonogiri berkolaborasi dengan Perhutani, Kebun Bibit Griya Amanah dan platform konservasi lingkungan Crowdplanting LindungiHutan.com melakukan sebuah langkah nyata dalam upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman ribuan bibit pohon di Kawasan Hutan Girilestari, Petak 44-3 BKPH Lawu Selatan, Dusun Girirejo Desa Jeporo, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Kegiatan ini bertujuan […]

expand_less