Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Wabah PMK Merebak, DPP LDII Dorong Umat Islam Tetap Berkurban dengan Prinsip Kehati-hatian

Wabah PMK Merebak, DPP LDII Dorong Umat Islam Tetap Berkurban dengan Prinsip Kehati-hatian

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

Surabaya (17/6). Wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) yang melanda di Jawa, jangan sampai mengendurkan minat umat Islam untuk berkurban pada Idul Adha nanti. Pasalnya, dengan berkurban memiliki nilai ibadah yang tinggi, baik bagi individu maupun kemasyarakatan. Kurban memiliki multiplayer effect yang signifikan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, saat ditemui di kantornya, Surabaya, pada Kamis (16/6), “Secara pribadi, kurban merupakan wujud ketakwaan hamba kepada Allah. Tak ada amalan yang paling disukai Allah pada Idul Adha, selain menyembelih daging kurban,” ujar KH Chriswanto.

Secara sosial, kurban mampu meringankan beban masyarakat sampai sepekan setelah hari penyembelihan, “Pengeluaran untuk pangan bisa dikurangi karena pembagian daging kurban, ini sangat membantu. Selain itu, para peternak juga mendapat keuntungan yang berlipat untuk mengembangkan modal usahanya,” katanya.

Meskipun saat ini sedang terdapat pandemi wabah PMK, masyarakat tak perlu khawatir karena penyakit itu tak berbahaya bagi manusia. Namun, ia menyarankan tetap berhati-hati, karena manusia bisa menjadi pembawa virus PMK ke hewan lain, “Untuk itu perlu kehati-hatian, baik peternak maupun jamaah yang sedang mensurvei hewan kurban,” pungkasnya.

Senada dengan KH Chriswanto, Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah drh. Slamet Kasiran mengatakan, PMK tidak berbahaya bagi manusia. Menurutnya, PMK atau yang dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) disebabkan oleh virus Aphtaee Epizootecae. Masa inklubasi virus tersebut dan sangat menular 1-14 hari sejak tertular penyakit tersebut hingga timbul gejala.

Menurutnya, penyakit yang menyerang semua hewan berkuku belah atau genap itu telah menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, pada tahun 1887, Indonesia pernah mengalami wabah PMK pertama kali, munculnya penyakit itu berawal di Malang kemudian menyebar ke berbagai daerah, “Per 13 Juni 2022, penyakit PMK sudah menyebar di 18 provinsi dan 180 kabupaten/kota di Indonesia. Dan ada sekitar 150 ribu ekor ternak yang sudah terjangkit PMK,” ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No.403/KPTS/PK.300/M/05/2022 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 404/KPTS/PK.300/M/05/2022, Kementerian Pertanian menetapkan PMK sebagai wabah di Indonesia berawal dari Provinsi Jawa Timur dan Aceh.

“PMK menjadi wabah di Indonesia atas usulan Gubernur Jatim dan Gubernur Aceh kepada Menteri Pertanian sehingga Kementan membuat surat keputusan tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disesase) pada beberapa Kabupaten di Provinsi Jawa Timur dan Aceh,” tambahnya.

Slamet, yang juga sebagai tutor paramedik kesehatan hewan di Provinsi Jawa Tengah itu menambahkan, penyebaran penyakit ini sangat cepat dengan menyerang pada ternak berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, unta, gajah, “Namun lebih banyak menyerang sapi, ditandai mulut berlepuh yang bersuhu tinggi antara 39-41 ⁰C. Agar tidak cepat menyebar perlu pembatasan lalu lintas ternak antar kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.

“Masyarakat bisa mendeteksi gejala PMK melalui gejala klinis, di antaranya, suhu panas dengan ditandai koncong hidung mengering, mulut mengeluarkan leletan air liur, berkurangnya nafsu makan dan produksi susu untuk sapi perah mengalami penurunan drastis sampai dengan tidak ada susunya,” jelasnya.

Menurutnya, hewan yang terpapar PMK bukan karena faktor keturunan, tetapi lebih disebabkan karena terinfeksi atau tertular ternak yang terpapar PMK melalui penularan udara. Dan rata-rata hewan yang terpapar PMK membaik dalam 14 hari setelah diobati, “Maka pencegahannya, ternak yang terpapar PMK agar dipisahkan dari ternak yang sehat dan melakukan desinfeksi kandang dan lingkungannya. Ini sifatnya adalah sementara atau temporer, sebab pengobatan bersifat mencegah infeksi sekunder,” urainya.

Untuk pencegahan, lanjutnya, ternak-ternak berkuku belah dari penyakit PMK secara permanen diperlukan vaksinasi PMK. Untuk tahap awal, pada 13 Juni 2022 telah dilakukan import vaksin PMK sebanyak 800.000 dosis. Diperuntukkan pada pusat pembibitan dan peternakan sapi perah, “Selanjutnya vaksinasi PMK secara masal akan dilaksanakan Bulan Agustus 2022 dengan vaksin produksi dalam negeri yaitu vaksin Pusvetma Surabaya,” ungkapnya.

Slamet menyebut, ternak yang terpapar PMK, daging dan susunya tidak bahaya untuk dikonsumsi manusia karena penyakit PMK tidak bersifat zoonosis (hewan yang bisa menularkan kepada manusia). PMK bisa disembuhkan dengan memberikan pengobatan antibiotik, multivitamin, antihistamin dan penurun panas. “Selain itu, obat herbal juga dapat digunakan untuk menekan penularan PMK seperti temulawak, jahe, kunir yang dicampur dengan gula merah,” ujarnya.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, ia menghimbau masyarakat bisa memilih hewan kurban secara syar’i, memenuhi syarat dan secara klinis, ternak yang dipersiapkan untuk kurban tidak menunjukkan gejala penyakit PMK dengan dipastikan telah diperiksa dokter hewan dan mendapatkan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

“Adanya penyakit PMK masyarakat jangan panik, karena bisa disembuhkan, penyakit PMK tidak menular pada manusia dan daging serta susunya tetap aman dikonsumsi jika dimasak dengan benar,” tutupnya. (kim/*)

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima Kunjungan BP Haji RI, Ketum DPP LDII Dukung Perbaikan Tata Kelola Haji

    Terima Kunjungan BP Haji RI, Ketum DPP LDII Dukung Perbaikan Tata Kelola Haji

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jakarta (7/3). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menerima kunjungan Badan Penyelenggara (BP) Haji RI di Kantor DPP LDII, Jakarta, pada Jumat (7/3). Rombongan dipimpin oleh Kepala BP Haji Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), yang didampingi Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak dan jajaran. Kiai Chriswanto memberikan dukungan agar penyelenggaraan haji dikelola dalam […]

  • Wow,,,, Kombinasi Sakti Daun Kelor, Jahe, Daun Bidara & Kencur

    Wow,,,, Kombinasi Sakti Daun Kelor, Jahe, Daun Bidara & Kencur

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sejak dahulu, daun kelor sudah menjadi tanaman yang populer di Dunia. Di Luar Negeri, kelor dikenal sebagai moringa dan dijuluki sebagai pohon kehidupan oleh masyarakat Amerika. Sementara daun Bidara atau juga disebut widara adalah pohon kecil yang banyak tumbuh di wilayah kering. Tanaman ini memiliki daun berbentuk bulat panjang. Meski belum terlalu populer, banyak orang menggunakan […]

  • Bertajuk Jumat Curhat, Kapolres Kediri Kota Sapa Warga LDII di Ponpes Wali Barokah

    Bertajuk Jumat Curhat, Kapolres Kediri Kota Sapa Warga LDII di Ponpes Wali Barokah

    • calendar_month Jum, 24 Mar 2023
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Kediri (24/3). Kapolres Kediri Kota beserta jajarannya menggelar Jumat Curhat dengan mengunjungi Pondok Pesantren Wali Barokah dan DPD LDII Kota Kediri di Masjid Baitul A’la Ponpes Wali Barokah, pada Jumat (24/3).Kegiatan tersebut dihadiri oleh Polres Kediri Kota beserta Kepala Satuan (Kasat), Pengurus Ponpes Wali Barokah, Pengurus DPD LDII Kota Kediri, Muspika Kecamatan Pesantren, Tiga Pilar […]

  • PENGGERAK PEMBINA GENERUS ( PPG ) JATIPURNO GELAR FAS KE XIV,  WUJUD NYATA PEMBINAAN GENERASI PENERUS BANGSA INDONESIA

    PENGGERAK PEMBINA GENERUS ( PPG ) JATIPURNO GELAR FAS KE XIV, WUJUD NYATA PEMBINAAN GENERASI PENERUS BANGSA INDONESIA

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 203
    • 0Komentar

    JATIPURNO (30/11). Festival Anak Sholeh (FAS) 2025 adalah pergelaran acara lomba generasi penerus islami yang memiliki 29 karakter luhur, sebagai upaya untuk mengevaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM), program kegiatan dua tahunan sekali yang diselenggarakan Penggerak Pembina Generus (PPG) Jatipurno, Wonogiri ditujukan bagi generasi penerus usia PAUD dan SD. Dengan mengusung tema mewujudkan Generasi Unggul dengan […]

  • Prof. Dr. KH. Miftah Faridl : LDII Berkontribusi dalam Perjuangan Ekonomi Umat

    Prof. Dr. KH. Miftah Faridl : LDII Berkontribusi dalam Perjuangan Ekonomi Umat

    • calendar_month Sab, 23 Okt 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta (22/10). Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Prof. Dr. KH. Miftah Faridl bersilaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyiddin, Pondok Gede, Jakarta Timur.Kehadirannya, diiringi Anggota Bidang Hubungan Antar Lembaga DPD LDII Kota Bandung H. Ucep Himawan dan H. Asep Permana. Mereka sebelumnya berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. KH. Miftah Faridl alumni Institut […]

  • LDII Wujudkan Kepedulian Lingkungan, Ribuan Bibit Pohon Ditanam di Jatipurno Wonogiri

    LDII Wujudkan Kepedulian Lingkungan, Ribuan Bibit Pohon Ditanam di Jatipurno Wonogiri

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan terlihat di Kawasan Hutan Girilestari, Petak 44-3 BKPH Lawu Selatan, Dusun Girirejo, Desa Jeporo, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri, Sabtu (4/1/2025). Ribuan bibit pohon produktif ditanam untuk mewujudkan hutan hijau yang berkelanjutan. Kegiatan ini adalah hasil sinergi antara berbagai pihak, termasuk Perhutani, PC LDII Jatipurno, Kebun Bibit Griya Amanah, platform Crowdplanting, […]

expand_less