Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Dakwah » LDII sebagai Penggerak Moderasi Beragama di Era Disrupsi: Merajut Cinta, Kerukunan, dan Ekonomi Berkeadilan

LDII sebagai Penggerak Moderasi Beragama di Era Disrupsi: Merajut Cinta, Kerukunan, dan Ekonomi Berkeadilan

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
  • visibility 197
  • comment 0 komentar

Semarang, 26 Januari 2025 – Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII Jateng VIII yang berlangsung di Patra Hotel & Convention Semarang, pesan-pesan visioner hadir dari Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Dr. M. Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D. Acara ini mengusung tema “Peningkatan Peran LDII sebagai Penggerak Moderasi Beragama di Era Disrupsi”, sebuah refleksi mendalam tentang pentingnya adaptasi agama dalam menjawab tantangan zaman.

Kurikulum Berbasis Cinta: Fondasi Moderasi Beragama
Dalam pembekalannya, Dr. Adib Abdushomad menegaskan pentingnya menjadikan cinta sebagai inti dari praktik beragama. “Beragama harus berdampak, memberikan manfaat bagi kehidupan, dan menguatkan hubungan umat dengan agamanya,” ujarnya. Kurikulum berbasis cinta yang dicanangkan Kementerian Agama bertujuan menerjemahkan nilai-nilai cinta universal dari setiap agama, baik dalam pelayanan, pengorbanan, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat. Cinta sejati, lanjut Dr. Adib, adalah cinta yang melayani, berkorban, dan menebarkan kedamaian.

Ecotheology: Menjaga Harmoni dengan Alam
Dalam era disrupsi, moderasi beragama tidak hanya berbicara tentang hubungan antarumat, tetapi juga tentang hubungan dengan alam. Dr. Adib mendorong tokoh agama dan masyarakat untuk mengedepankan ecotheology, yakni pemahaman teologis yang menempatkan pelestarian alam sebagai bagian integral dari ibadah. Gerakan seperti “Satu Juta Pohon” yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pemuda, dan perempuan menjadi contoh konkret bagaimana ajaran agama dapat menyatu dengan aksi menjaga bumi.

Humanisme: Bersatu dalam Kemanusiaan
Muswil ini juga menyoroti pentingnya humanisme sebagai landasan moderasi beragama. “Jika kita berbeda dalam keimanan, mari kita bersatu dalam kemanusiaan,” tegas Dr. Adib. Prinsip “treat others as you want to be treated” menjadi dasar dalam membangun harmoni sosial. Internasionalisasi praktik kerukunan umat beragama di Indonesia diharapkan menjadi inspirasi dunia, mencerminkan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan global.

Pemberdayaan Ekonomi Umat: Menjawab Kesenjangan
Sinergi antara Kementerian Agama dan LDII juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi. Dr. Adib menyoroti pentingnya pelatihan keterampilan dan pendidikan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. “Mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi adalah bagian dari misi beragama yang moderat,” ungkapnya. LDII diharapkan menjadi motor penggerak dalam memberikan solusi ekonomi berbasis komunitas.

Sinergi untuk Moderasi dan Kedamaian
Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur Jawa Tengah juga mengapresiasi LDII atas kontribusinya dalam menjaga moderasi beragama. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam menghadapi era disrupsi. Pesan yang mengemuka adalah ajakan bersama: “Let’s contributing to peace together.”

Penutup: LDII dan Masa Depan Moderasi Beragama
Melalui pendekatan cinta, harmoni dengan alam, humanisme, dan pemberdayaan ekonomi, LDII berperan sebagai lokomotif perubahan di tengah dinamika zaman. Dr. Adib Abdushomad menutup pesannya dengan optimisme, “Kerukunan umat beragama di Indonesia adalah fondasi yang kokoh untuk membangun dunia yang lebih damai.”

Momentum Muswil LDII Jateng VIII menjadi pijakan penting dalam menguatkan peran agama sebagai pemandu moral sekaligus solusi nyata bagi tantangan global. Di era disrupsi ini, LDII siap memimpin moderasi beragama yang berdampak, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia.(kim-dpd)

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Kerja Bakti Nasional, DPP LDII Ajak Warga Peduli Lingkungan dan Tingkatkan Nasionalisme

    Gelar Kerja Bakti Nasional, DPP LDII Ajak Warga Peduli Lingkungan dan Tingkatkan Nasionalisme

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jakarta (3/8). DPP LDII secara resmi mencanangkan kegiatan Kerja Bakti Nasional 2025, pada Minggu (3/8), yang akan diikuti warga LDII di seluruh Indonesia sepanjang Agustus. Perhelatan rutin tahunan itu mengangkat tema “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri”, untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Pencanangan Gerakan Kerja Bakti Nasional dilakukan di kantor DPP LDII dipimpin oleh Sekretaris […]

  • Sambut Hari Peduli Sampah Nasional 2023, LDII Helat Pelatihan Kelola Sampah dan Ecoprint

    Sambut Hari Peduli Sampah Nasional 2023, LDII Helat Pelatihan Kelola Sampah dan Ecoprint

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Ngawi (18/02).* DPP LDII memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023 dengan beberapa rangkaian kegiatan di Kabupaten Ngawi dan perkebunan teh Jamus. Saat membuka acara tersebut, di Kantor DPD LDII Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) mengapresiasi inisiatif LDII. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Eco Region Jawa Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK)  Abdul […]

  • Ketua IPSI Wonogiri “Pembinaan Pesilat Muda Harus Terus Dilakukan”

    Ketua IPSI Wonogiri “Pembinaan Pesilat Muda Harus Terus Dilakukan”

    • calendar_month Kam, 28 Des 2023
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Ketua IPSI Wonogiri “Pembinaan Pesilat Muda Harus Terus Dilakukan Wonogiri, Bertempat di Gedung Serbaguna Ponpes Citra Syuhada Kecamatan Jatisrono, Pengkab PERSINAS ASAD Wonogiri menggelar kejuaraan pencak silat pelajar Rabu 27 Desember 2023. Ketua IPSI Wonogiri Weda Hendragiri, S.Pd dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Persinas Asad , dan harapannya semua perguruan anggota IPSI Wonogiri […]

  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, LDII Ajak Nyalakan Kembali Semangat Pemuda 1928 untuk Hadapi Tantangan Abad 21

    Peringati Hari Sumpah Pemuda, LDII Ajak Nyalakan Kembali Semangat Pemuda 1928 untuk Hadapi Tantangan Abad 21

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Jakarta (28/10). Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober menjadi saksi bahwa bangsa Indonesia lahir dari cita-cita dan kesepakatan moral, bukan dari darah atau dominasi. Karena itulah, peringatan 28 Oktober menjadi pengingat abadi bahwa kebangsaan Indonesia lahir dari tekad moral dan persatuan kaum muda, yang harus terus dijaga dan dihidupkan oleh setiap generasi. Menurut Ketua […]

  • Warga Suriname Kunjungi Ponpes Bairuha’ Wonogiri untuk Pelajari Model Pesantren Indonesia

    Warga Suriname Kunjungi Ponpes Bairuha’ Wonogiri untuk Pelajari Model Pesantren Indonesia

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 217
    • 0Komentar

    WONOGIRI (17-7-2025) – Sebanyak lima warga Suriname melakukan kunjungan ke beberapa pondok pesantren di Indonesia. Mereka berencana menetap selama tiga bulan di Indonesia guna mempelajari model pondok pesantren atau boarding school yang akan diterapkan di Suriname. Kelima warga Suriname tersebut adalah Sukarnen bin Kamsi, Ari Steven Paimin, Ali Joenoes Kartosentiko, Leonard Mangkoe Wiharjoe Notoe, dan […]

  • DPP LDII: Penghentian Impor Pangan Penting untuk Kemandirian Pangan

    DPP LDII: Penghentian Impor Pangan Penting untuk Kemandirian Pangan

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta (5/2). Pemerintah berkomitmen menghentikan impor beras, jagung pakan dan gula pada 2025. DPP LDII menilai keputusan tersebut sangat tepat, karena bertujuan mewujudkan kemandirian pangan. Ketua DPP LDII, Rubiyo mengungkapkan, Indonesia memiliki sumberdaya alam dan tenaga kerja yang sangat memadai, tapi perlu pengelolaan yang baik termasuk mengatur konversi lahan pertanian menjadi nonpertanian, “Sehingga sangat memungkinkan […]

expand_less