Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketua Umum LDII: Pancasila Bukan Hanya Dasar Negara, Tapi Jiwa Bangsa

Ketua Umum LDII: Pancasila Bukan Hanya Dasar Negara, Tapi Jiwa Bangsa

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
  • visibility 273
  • comment 0 komentar

Jakarta (1/6). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memandang keberagaman suku, ras, dan agama menjadi keelokan tersendiri bagi Indonesia, karena rakyat Indonesia bisa rukun dan damai menjalankan ibadahnya. Hari Lahir Pancasila pengingat jasa para pendiri bangsa, sekaligus menguatkan Pancasila sebagai dasar negara, perekat bangsa Indonesia yang sangat beragam.

 

Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Dalam pandangannya, Pancasila tidak bertentangan dengan agama. Bahkan, dalam pandangan umat Islam, Pancasila sejalan dengan nilai-nilai Islam sehingga membuat semua agama di Indonesia nyaman dan tenteram beribadah.

 

“Pancasila dan Islam itu beriringan, bahkan nilai-nilai Islam terdapat dari sila pertama hingga kelima,” ujar KH Chriswanto Santoso. Dengan demikian, umat Islam di Indonesia memiliki kewajiban untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila untuk menjaga kemajemukan bangsa.

 

Ia mengatakan, meskipun saat penyusunan sempat terjadi perdebatan mengenai Piagam Jakarta dan akhirnya terjadi kompromi dengan mengubahnya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, hal tersebut justru membuka ruang bagi Islam yang inklusif. “Ini benar-benar berkah dan anugerah dari Allah untuk bangsa ini,” ujar Chriswanto.

 

Meski Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, namun dengan adanya Pancasila maka agama-agama lain dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman. “Semua rakyat bisa menjalankan hak asasi yang esensial yakni memeluk agama atau keyakinan dan menjalankan ibadah sesuai agama yang dianutnya. Bahkan di antara kita sesama warga bangsa bisa rukun, kompak, kerja sama yang baik, saling menghormati dan saling menghargai satu dengan lainnya,” tambah KH Chriswanto.

 

Pancasila merupakan perpaduan nilai-nilai yang diambil dari agama, nilai universal masyarakat atau kearifan lokal, dan nilai universal dunia. Perpaduan nilai-nilai ini membuat Pancasila bisa diterima sebagai ideologi negara dan masyarakat Indonesia. “Umat Islam tidak meragukan Pancasila karena nilai-nilai sangat universal. Nilai-nilai Pancasila juga diturunkan dari Islam.

 

Dengan mewakili nilai-nilai agama dan suku bangsa, Pancasila menjadi jiwa dari bangsa ini. Ia juga menegaskan Pancasila sebagai ideologi yang inklusif, menekankan penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, “Bangsa Indonesia tidak hidup dalam negara yang berdasarkan agama ataupun sekuler, yang justru menjadikan kehidupan beragama menjadi indah. Penuh toleransi, yang memungkinkan semua umat beragama berkontribusi dalam pembangunan,” imbuhnya.

 

Untuk itu, dirinya mengingatkan semua pihak, termasuk para tokoh agama atau sekelompok orang, untuk tidak memaksakan agama atau keyakinan. Karena hal itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

 

”Sebagai negara demokrasi, Indonesia menjadi teladan bagi negara-negara lain. Di sini mayoritas melindungi minoritas. Di Bumi Pertiwi ini Pancasila yang menjadi dasar negara, memastikan agar tidak terjadi penindasan terhadap minoritas,” pungkasnya.

Ketua DPD LDII Kabupaten Wonogiri Sutouo menyatakan “Dalam peringatan Hari Lahirnya Pancasila ini, mari kita refleksikan makna dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita dapat mengamalkan sila-sila Pancasila dengan baik dan menjadi warga negara yang baik, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.”

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP LDII: HUT Kemerdekaan RI Mengingatkan Tanpa Pancasila Kita Rapuh

    DPP LDII: HUT Kemerdekaan RI Mengingatkan Tanpa Pancasila Kita Rapuh

    • calendar_month Sen, 16 Agu 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Jakarta (16/8). Setiap 17 Agustus kesadaran kolektif bangsa Indonesia diingatkan kembali mengenai arti kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan Indonesia bukan hanya diperingati dengan indahnya kembang api atau acara yang megah, tapi mengingatkan kembali tujuan berdirinya bangsa ini. “Para pendiri bangsa telah menetapkan tujuan berdirinya bangsa dan negara ini dengan sangat elok, dalam pembukaan UUD 1945. Itulah jalan […]

  • Hari Parlemen, Ketum DPP LDII Ingatkan Kolaborasi Ormas dan Parpol Jaga Demokrasi

    Hari Parlemen, Ketum DPP LDII Ingatkan Kolaborasi Ormas dan Parpol Jaga Demokrasi

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2024
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Jakarta (16/10). DPR RI lahir sebagai syarat lengkap Indonesia menjadi sebuah negara merdeka pada 79 tahun lalu. DPR lahir dari maklumat Wakil Presiden Hatta no. 10 pada 16 Oktober 1945, yang menjadi momentum pengingat bagi negara dan rakyat Indonesia bahwa eksekutif harus diawasi dalam menjalankan demokrasi. “Konsep bahwa kekuasaan harus diawasi oleh wakil rakyat yang duduk […]

  • Ketum DPP LDII Ajak Insan Sepak Bola Evaluasi Diri Terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

    Ketum DPP LDII Ajak Insan Sepak Bola Evaluasi Diri Terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

    • calendar_month Sel, 4 Okt 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Jakarta (3/10). Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan 125 orang dan korban luka-luka 323 orang, mengundang keprihatinan DPP LDII. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso turut berbelasungkawa dan menyatakan keprihatinannya. “Tragedi ini tak bisa diputar kembali, kami mendoakan agar para korban diterima di sisi Allah dan diberi kedudukan yang […]

  • LDII Ingatkan Selain Komunisme, Ideologi Lain Berpotensi Runtuhkan Pancasila

    LDII Ingatkan Selain Komunisme, Ideologi Lain Berpotensi Runtuhkan Pancasila

    • calendar_month Jum, 1 Okt 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Jakarta (30/9). Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap Oktober, merupakan pengingat bahaya komunisme yang melakukan kudeta pada 30 September. Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam gerakan itu menculik tujuh jenderal dan beberapa lainnya. Gerakan itu, untuk mengganti ideologi Pancasila dengan komunisme. “Peristiwa tersebut tercatat jadi sejarah kelam Indonesia modern. Komunisme memang tak tampak lagi, namun sebagai […]

  • DPD LDII Kabupaten Wonogiri Gelar Pengajian Rutin Remaja Bertema “Tata Cara Perawatan Jenazah”

    DPD LDII Kabupaten Wonogiri Gelar Pengajian Rutin Remaja Bertema “Tata Cara Perawatan Jenazah”

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Wonogiri – Minggu, 15 Juni 2025 DPD LDII Kabupaten Wonogiri kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin bagi remaja, yang diikuti oleh peserta dari jenjang SMP hingga usia mandiri. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Baitusshobur, Pondok Pesantren Al Barru, Bulusari, Bulusulur, Wonogiri. Pengajian kali ini mengangkat tema “Tata Cara Perawatan Jenazah” sebagai upaya pembekalan ilmu praktis sekaligus […]

  • DPD LDII Wonogiri Gelar Kerja Bakti Nasional Peringati HUT RI ke-80

    DPD LDII Wonogiri Gelar Kerja Bakti Nasional Peringati HUT RI ke-80

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Minggu (3/8). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di tiga lokasi, yaitu lingkungan Kantor DPD LDII Wonogiri, Pondok Pesantren Al Barru, dan SMP-SMA Bina Insani Wonogiri. Kegiatan kerja bakti ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPP LDII kepada seluruh jajarannya di tingkat daerah dalam mengisi momen kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kerja […]

expand_less