Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kegiatan Masyarakat » 78 Tahun Kemerdekaan RI, DPP LDII Ingatkan Generasi Muda pada Tantangan Masa Depan

78 Tahun Kemerdekaan RI, DPP LDII Ingatkan Generasi Muda pada Tantangan Masa Depan

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Sab, 19 Agu 2023
  • visibility 375
  • comment 0 komentar

Peringati HUT RI, DPP LDII Ingatkan Generasi Muda pada Tantangan Masa Depa

Semarang (19/8). Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 RI, DPP LDII mengingatkan mengenai berbagai tantangan yang harus dihadapi generasi muda. Masa depan bangsa dalam satu abad mendatang sangat ditentukan kualitas generasi muda saat ini.

“Tantangan terbesar bangsa Indonesia adalah mempertahankan nilai-nilai keindonesiaan, sembari berpikir global dalam menghadapi pergulatan politik dan ekonomi dunia,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.

Bangsa-bangsa yang sukses melintasi globalisasi, dalam pandangannya tidak serta-merta menelan nilai-nilai Barat, tapi mengadaptasikan kearifan lokal dengan gelombang revolusi industri. Ia memisalkan China, Jepang, dan Korea Selatan. Tiga negara tersebut, saat ini turut bermain dalam perlombaan teknologi dunia. “Mereka tidak kehilangan jati dirinya sebagai bangsa. Justru dengan karakter budayanya, berhasil mewarnai dunia,” tutur KH Chriswanto.

Menurutnya, di usia yang ke-78 tahun ini, pemerintah mengangkat tema ‘Terus Melaju Untuk Indonesia Maju’, merupakan penyemangat agar bangsa Indonesia tidak pernah berhenti berinovasi, “Kita kadangkala selalu berpikir yang dari Barat selalu yang terbaik, sampai-sampai sejak kecil anak-anak disekolahkan di sekolah internasional. Hasilnya, keindonesiaan mereka hilang sama sekali dan tanpa pembinaan yang benar, mereka juga kehilangan nasionalismenya,” ujarnya.

Bersesuaian dengan KH Chriswanto Santoso, Ketua DPP LDII, Singgih Sulistyono, memandang kemandirian di bidang teknologi mutakhir sebagai prasyarat menjadi negara maju. Kemampuan produksi tersebut, menurut Singgih, diperuntukkan bagi kemajuan dan kedaulatan negara, “Tantangan eksternal yang dihadapi Indonesia tak lain adalah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di tingkat global. Kekuatan teknologi dan inovasi di luar negeri telah berkembang secara eksponensial, dan Indonesia harus beradaptasi dengan cepat agar tidak tertinggal,” ujarnya.

Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang itu menekankan perlunya transformasi Indonesia dari konsumen menjadi produsen teknologi yang andal, “Sehingga negara ini dapat menciptakan produk dan teknologi inovatif sendiri, mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya.

Selain tantangan eksternal, alumni Leiden University Belanda ini mengatakan, terdapat pula tantangan internal mencakup aspek-aspek penting dalam tatanan sosial dan politik negara, “Indonesia menghadapi masalah lingkungan hidup, permasalahan demokrasi, dan hak asasi manusia. Indonesia juga harus menyesuaikan diri dengan standar internasional sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, harapan pendiri bangsa tercermin dalam semangat untuk melindungi dan memajukan bangsa serta tumpah darah Indonesia, “Kami menggarisbawahi pentingnya mengikuti prinsip-prinsip Pancasila dan UUD 1945 dalam pembangunan dan pengambilan keputusan. Harapan-harapan tersebut mendorong Indonesia untuk menciptakan pemerintahan yang mampu menjaga persatuan dan kesatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan berkontribusi dalam ketertiban dunia,” tuturnya.

Untuk mengatasi ketimpangan regional, Singgih mengajukan solusi yang melibatkan pendekatan yang terstruktur. Pemerintah harus menganalisis potensi dan tantangan setiap wilayah, “Hal ini memungkinkan pemerintah untuk memahami potensi wilayah, mengembangkan potensi tersebut, dan memastikan bahwa setiap wilayah terlibat dalam jejaring perdagangan dan bisnis yang menguntungkan pertumbuhan ekonomi secara merata,” inginnya.

Singgih Sulistyono menyarankan, untuk menghadapi tantangan global di bidang teknologi dan informasi, pemerintah perlu mendirikan lembaga yang fokus pada penelitian dan pengembangan teknologi. Dengan mendorong partisipasi aktif sumberdaya manusia yang memiliki potensi, Indonesia dapat menghasilkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Fokus pada pengembangan teknologi yang memiliki daya guna dan dampak positif pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas dalam strategi ini.

“Dengan mengutamakan inovasi, pendidikan berkualitas, dan kerjasama yang kuat antarwilayah, Indonesia dapat mengukir masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan, menjunjung tinggi cita-cita para pendiri bangsa,” pungkasnya.

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Pengajian Rutin MUI di Majelis Taklim PC LDII, Camat Pedan Ajak Tingkatkan Ukhuwah

    Hadiri Pengajian Rutin MUI di Majelis Taklim PC LDII, Camat Pedan Ajak Tingkatkan Ukhuwah

    • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 320
    • 0Komentar

    KLATEN – Camat Pedan Marjana, S.IP.,M.H yang juga Dewan Pertimbangan MUI Pedan menghadiri Pengajian Rutin Selapanan (35 hari sekali) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pedan di Majelis Taklim PC LDII Pedan (Masjid Khairul Fatihin, Sonayan, Pedan) Pengajian rutin ini merupakan Program Kerja Majelis Ulama Indonesia Kecamatan pedan dan Lembaga Keagamaan se-Kecamatan Pedan, seperti NU, LDII, Muhammadiyah, […]

  • Kembesnas Sako SPN 2022, Upaya LDII Bentuk Karakter Profesional Religius

    Kembesnas Sako SPN 2022, Upaya LDII Bentuk Karakter Profesional Religius

    • calendar_month Kam, 15 Sep 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sumedang (14/9). Perhelatan “Kemah Besar Nasional (Kembesnas)” yang digelar Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) resmi dibuka oleh Wakil Komisi Saka, Sako dan Gugus Darma Kwartir Nasional Pramuka, Yuniar Ludfi di Bumi Perkemahan Letjen (Purn) Mashudi, Kiara Payung, Kabupaten Sumedang, pada Rabu (14/9). Dalam sambutannya, Yuniar Ludfi mengapresiasi Sako SPN sebagai wadah pembinaan […]

  • Bersama Anggota TNI Santri Ponpes Al Barru Bagi-bagi Takjil

    Bersama Anggota TNI Santri Ponpes Al Barru Bagi-bagi Takjil

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Keharmonisan pondok pesantren (Ponpes) dengan TNI kian terasa di bulan suci ini. Melalui kegiatan bagi-bagi takjil namun mampu memupuk soliditas antara TNI dan Ponpes tersebut.Untuk sedikit membantu warga di bulan Ramadan, Ponpes Al Barru Bulusulur Wonogiri bekerjasama dengan anggota TNI khususnya Koramil 01 Wonogiri, Selasa (12/4/2022) sore, memberikan puluhan paket takjil kepada kalangan  pengguna jalan […]

  • Sambutan Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah, Prof. Singgih Tri Sulistyono, pada Pembukaan Musyawarah Wilayah VIII LDII Jawa Tengah

    Sambutan Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah, Prof. Singgih Tri Sulistyono, pada Pembukaan Musyawarah Wilayah VIII LDII Jawa Tengah

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Semarang, 25 Januari 2025 – Prof. Singgih Tri Sulistyono, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Musyawarah Wilayah VIII LDII Provinsi Jawa Tengah, yang berlangsung pada 25-26 Januari 2025 di Patra Semarang Hotel & Convention. Acara ini mengangkat tema “Peningkatan Peran LDII Sebagai Penggerak […]

  • Upaya Cegah Stunting, Menko PMK Muhadjir Tinjau Posyandu As-Syifa Ponpes Al Ubaidah Sebagai Percontohan

    Upaya Cegah Stunting, Menko PMK Muhadjir Tinjau Posyandu As-Syifa Ponpes Al Ubaidah Sebagai Percontohan

    • calendar_month Sab, 15 Jun 2024
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 289
    • 0Komentar

      Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, pada Sabtu (15/6). Dalam kunjungannya, ia meninjau upaya pencegahan stunting di Posyandu As-Syifa Ponpes Al Ubaidah.   Menko Muhadjir mengecek langsung proses pengukuran bayi dan balita yang dilakukan oleh para kader […]

  • Gerakan 1 Juta Pohon Jadi Motivasi LDII Mitigasi Perubahan Iklim

    Gerakan 1 Juta Pohon Jadi Motivasi LDII Mitigasi Perubahan Iklim

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 268
    • 0Komentar

    *Jakarta (10/1).* Presiden Suharto pada 10 Januari 1993 mencanangkan penanaman sejuta pohon di setiap provinsi. Sejak itu, setiap 10 Januari dicanangkan sebagai Hari 1 Juta Pohon, yang bertujuan agar masyarakat makin sadar pentingnya pohon dalam kehidupan, seperti mengurangi pemanasan global dan menjaga keseimbangan ekosistem. “Pohon dapat menyerap sinar matahari melalui proses fotosintesis, sehingga membantu mengurangi […]

expand_less