Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hikmah » “Keluarga Stress Saat Belajar Jarak Jauh ?” Ini Solusinya

“Keluarga Stress Saat Belajar Jarak Jauh ?” Ini Solusinya

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Sel, 27 Jul 2021
  • visibility 310
  • comment 0 komentar
Ilustrasi Belajar dalam Keluarga

Jakarta (27/7). Pandemi Covid-19 menciptakan tekanan lain, berupa meningkatnya stres yang dialami keluar-keluarga di Indonesia. Salah satunya, akibat sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kini, anak-anak telah kembali ke PJJ setelah libur akhir semester.

“Keluarga merupakan satuan terkecil dari ketahanan nasional. Pandemi Covid-19 ini, menciptakan tekanan kepada keluarga terutama ibu dan anak,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. Para ibu, menurutnya, dipaksa kembali mengingat pelajaran sekolah di tengah-tengah kesibukan pekerjaan rumah atau karier.

Selain mengingat kembali pelajaran, para orangtua harus menghadapi menurunnya motivasi, konsentrasi, rasa bosan yang dialami anak, dan kebiasaan anak yang berubah, misalnya sulit bangun pagi.

Chriswanto menyebut, setiap ormas Islam memiliki pembinaan generasi muda pada lembaganya masing-masing, “Meskipun pandemi bersifat tidak selamanya, namun dalam jangka pendek dapat mengganggu pola pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Ia memisalkan, pembinaan generasi yang alim-faqih, berakhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), dan mandiri menjadi sulit, bila sang anak tidur kesiangan, “Pada banyak kasus PJJ membuat anak hilang kebiasaan bangun pagi. Lalu menjadi kebiasaan baru, hingga salat Subuh pun kesiangan, tidak lagi cekatan seperti biasa,” ujarnya. Hal itu butuh perhatian khusus.

Lebih jauh lagi, Ketua DPP LDII yang juga psikolog keluarga Siti Nurannisaa mengatakan PJJ turut menyumbang munculnya rasa tidak nyaman, seperti lelah, jenuh, cemas, atau takut, “Pada kondisi ini seseorang biasanya mudah tersulut emosi, seperti marah tanpa sebab,” ujarnya.

Ia mencontohkan, situasi sulit menjalankan peran sebagai orang tua di rumah, tekanan ekonomi, dan  ketidaksiapan mendampingi belajar anak. Akibatnya, para orangtua mengalami kelelahan fisik dan kebingungan, untuk menyesuaikan diri dapat memunculkan reaksi yang berbeda, “Tekanan Saat dihadapkan pada situasi ini seringkali tanpa disadari timbul rasa stress baik pada orang tua, dan kondisi ini sangat berpengaruh pada kemampuannya untuk mendampingi anak,” imbuhnya.

Ia memberikan solusi. Sebagai langkah awal yang dapat dilakukan orang tua adalah menumbuhkan kesadaran untuk mengenali dan mengelola diri. Kenali hal apa saja yang memicu stress dalam diri, ambil waktu sejenak untuk mengambil jarak, atau melakukan relaksasi untuk menjernihkan pikiran dan emosi, sehingga dapat kembali memberi respon dengan perilaku yang positif.

Langkah berikutnya adalah memperkaya diri dengan pengetahuan dalam proses pendampingan belajar. Misalnya jika anak tidak memahami suatu materi pelajaran tertentu, ambil waktu sejenak untuk memperhatikan, apakah pelajarannya yang terlalu sulit atau cara belajarnya yang tidak sesuai.

“Anak yang memiliki gaya belajar visual akan mudah memahami pelajaran dengan membaca atau menonton video, namun untuk anak yang memiliki gaya belajar kinestetik, mereka senang belajar dengan gerakan tubuh atau praktik langsung, begitu pula anak dengan gaya belajar audio yang lebih senang belajar melalui suara,” ujarnya.

Pada saat pendampingan belajar, orang tua sebaiknya menyesesuaikan waktu dan kondisi belajar. Diskusikan dengan anak, cara apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar atau menghilangkan rasa bosan. Secara seimbang orang tua dan anak bisa saling memberi kesempatan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.

Nisa memberikan resep: dengar, simak, dan perhatikan, “Saling mendengarkan akan memunculkan rasa saling pengertian, memahami satu sama lain, aman, nyaman dan lebih mudah untuk bekerja sama mencari jalan keluar dalam proses belajar,” ungkapnya.

Ia mengatakan ketika orang tua dan anak dapat mengungkapkan perasaannya, emosi menjadi lebih nyaman, sehingga orang tua bisa tetap memberi respon positif sesuai dengan kebutuhan dan keadaan anak. Beri penghargaan atas pilihan anak, hindari memberi penilaian atas pilihannya, namun tetap arahkan apabila pilihan anak melanggar aturan, atau menyangkut keamanan dan keselamatan diri.

Selaras dengan arahan Mendikbud melalui Surat Edaran No. 4 Tahun 2020, orang tua dan keluarga dapat berfokus pada pendampingan belajar, yang mengarahkan pada kecakapan hidup yang merupakan bagian dari pendidikan karakter.

Situasi pandemi yang tidak bisa diprediksi sampai kapan, rasanya akan bermanfaat jika digunakan untuk memperbanyak menanamkan perilaku positif dalam pendampingan belajar. Mengubah pola pikir kekhawatiran menjadi pola pikir berprasangka baik yang berfokus pada “hal baru apa yang anak-anak dapatkan selama pandemi”.

“Yang mungkin luput dari pandangan orang tua, karena tertutup dengan kecemasan terjadinya penurunan kompetensi belajar (learning lost). Perbanyak komunikasi dari hati ke hati, menjalin kebersamaan, dan tetap menumbuhkan semangat, serta kasih sayang dengan seluruh anggota keluarga,” pungkasnya

wd_LinesWNG

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC LDII DESA KOPEN adakan LDII CUP I 2022 Memeriahkan HUT RI ke 77

    PAC LDII DESA KOPEN adakan LDII CUP I 2022 Memeriahkan HUT RI ke 77

    • calendar_month Sel, 26 Jul 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 257
    • 0Komentar

    JATIPURNO – Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 77 dan Semangat olahraga yang dibalut silaturahmi sedang menggelora di Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Tak terkecuali di kalangan pemuda organisasi keagamaan, kegiatan olahraga sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh juga jadi perhatian. Salah satu kegiatan olahraga dengan semangat kekeluargaan terlihat dalam penyelenggaraan Sepakbola yang dilaksanakan Pimpinan Anak […]

  • MUSABAQAH TARTIL WA TAHFIDZUL QURAN (MTTQ) PONDOK PESANTREN BAIRUHA

    MUSABAQAH TARTIL WA TAHFIDZUL QURAN (MTTQ) PONDOK PESANTREN BAIRUHA

    • calendar_month Sen, 28 Nov 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Jatipurno – 27/11/22. Perhelatan dalam rangka pembinaan generasi muda di lingkup Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Jatipurno digelar di Komplek Ponpes Bairuha Jatipurno pada Minggu 22/11/22. Kegiatan tersebut dikemas dalam acara Musabaqoh Tartil wa Tahfidzul Qur’an II (MTTQ II).Hadir dalam acara tersebut Forkompincam Kecamatan Jatipurno terdiri Camat Jatipurno Kapolsek Jatipurno Danramil […]

  • Pelajar dan Mahasiswa Ikuti Perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) di Kecamatan Eromoko Wonogiri

    Pelajar dan Mahasiswa Ikuti Perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) di Kecamatan Eromoko Wonogiri

    • calendar_month Kam, 30 Jun 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Ratusan peserta perkemahan yang merupakan generasi muda, pelajar maupun mahasiswa mendapatkan gemblengan aneka materi keagamaan dan sosial serta ekonomi. Ketua Wanhat LDII Wonogiri KH Suharto SPd mengatakan generasi penerus LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dituntut memiliki kepahaman agama yang kuat (faqih) di era persaingan bebas ini berbasis digital. Selain itu, setiap individu remaja berahklakul kharimah […]

  • Peringati Hari Lahir Pancasila, Santri Ponpes Al Barru Wonogiri Gelar Upacara Bendera.

    Peringati Hari Lahir Pancasila, Santri Ponpes Al Barru Wonogiri Gelar Upacara Bendera.

    • calendar_month Sel, 1 Jun 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Wng_Lines – Hari ini, 1 Juni ditetapkan sebagai peringatan Hari Lahir Pancasila oleh Pemerintah Republik Indonesia, disambut antusias berbagai elemen masyarakat. Diantaranya adalah para santri di Pondok Pesantren Al Barru, dusun Bulusari, Desa Bulusulur, Kabupaten Wonogiri (1/6/2021). Mereka menggelar upacara bendera lengkap dengan pembacaan teks Pancasila sebagaimana upacara pada umumnya. Namun, menariknya, mereka menggunakan seragam yang […]

  • Santri-Santri Wonogiri Unjuk Bakat di Gebyar Musabaqoh Hari Santri Nasional

    Santri-Santri Wonogiri Unjuk Bakat di Gebyar Musabaqoh Hari Santri Nasional

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 775
    • 0Komentar

    Wonogiri – Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Gebyar Musabaqoh Hari Santri Nasional yang digelar oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 1 November 2025 di kompleks Masjid At-Taqwa Wonogiri ini menjadi ajang bagi para santri dari berbagai pondok pesantren untuk menunjukkan kemampuan, bakat, serta kecintaan mereka terhadap […]

  • Menuju Munas IX, LDII Gelar Webinar Strategis Ketahanan Keluarga

    Menuju Munas IX, LDII Gelar Webinar Strategis Ketahanan Keluarga

    • calendar_month Ming, 28 Feb 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 271
    • 0Komentar

    WONOGIRI – Dewan Pimpinan Pusat DPP LDII menggelar Webinar tentang Ketahanan Keluarga di Era Pandemi. Webinar yang digelar menjelang Muyawarah Nasional IX April 2021 mendatang ini,  diikuti seluruh jajaran pengurus DPP, DPW, dan DPD di seluruh Indonesia lewat aplikasi Zoom Meeting, Sabtu (27/2). LDII memberikan perhatian serius terkait Ketahanan keluarga di masa pandemik Covid-19. Pasalnya, […]

expand_less