Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketum DPP LDII: Haji Mabrur dan Kurban, Pijakan Bangun Peradaban Bangsa

Ketum DPP LDII: Haji Mabrur dan Kurban, Pijakan Bangun Peradaban Bangsa

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
  • visibility 344
  • comment 0 komentar

Jakarta (14/6). Gelombang kedatangan pertama jamaah haji Indonesia akan terjadi pada pekan depan. Jamaah haji berjumlah 221.000 orang diharapkan dapat mengubah kehidupan sosial kemasyarakatan yang dilanda krisis moral.

“Salah satu tanda haji mabrur adalah perubahan dari prilaku dan ucapan yang menjadi lebih baik. Haji harus membawa pengaruh besar dalam peradaban bangsa Indonesia yang sedang dilanda krisis moral,” papar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.

Indonesia mengalami kemunduran besar pascareformasi yang ditandai meningkatnya korupsi, praktik nepotisme, dan kolusi. Pemerintah Presiden Prabowo banyak mengungkap praktek KKN tersebut, yang nilainya mencapai ratusan triliun, “Angka-angka pengungkapan korupsi hari ini, tidak pernah terbayangkan sebelumnya yang mencapai ratusan triliun,” keluhnya.

Para haji yang akan datang, di dalamnya terdapat banyak tokoh, pejabat negara, birokrat, Aparatur Sipil Negara (ASN), wiraswastawan, karyawan dan berbagai profesi dari berbagai wilayah Indonesia. Kembalinya mereka ke tanah air dengan peningkatan iman dan takwa, diharapkan dapat menebar kebaikan di tengah masyarakat.

“Para haji yang mabrur dengan perubahan karakter dan peningkatan ketakwaan tentunya dapat mengarahkan dan membina masyarakat di lingkungan sekitarnya. Mereka yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia menjadi daya dorong perbaikan masyarakat di sekitarnya,” harap KH Chriswanto Santoso.

Menyitir salah satu Tri Sukses Haji Badan Penyelenggara Haji (BPH) RI, yakni sukses peradaban dan keadaban. “Sukses peradaban itu dari sisi kebangsaan dan kenegaraan, sedangkan keadaban, yakni menjaga kualitas kebangsaan kita, memperkuat nasionalisme, sehingga tercipta peradaban Indonesia yang semakin kuat,” ujar Chriswanto.

Di sisi lain, Hari Raya Kurban menjadi pengasah kepedulian sosial bangsa Indonesia. Ia pun berharap umat Islam terus belajar dari keikhlasan dan ketakwaan Nabi Ibrahim, yang dilanjutkan oleh Nabi Muhammad, “Kepedulian sosial ini mampu memunculkan kembali semangat gotong-royong yang menjadi jiwa bangsa Indonesia,” paparnya.

Menurut KH Chriswanto, umat Islam di Indonesia dan jutaan warga LDII merayakan keberhasilan pelaksanaan kurban pada Idul Adha tahun ini, “Kami para pengurus LDII di seluruh tanah air, menyatakan rasa syukur dan bangga atas partisipasi warga LDII dalam melaksanakan kurban, ” kata KH Chriswanto.

“Kami sangat bersyukur atas keberhasilan pelaksanaan kurban tahun ini, yang merupakan bukti keimanan dan ketaatan umat Islam dan warga LDII kepada Allah SWT,” ujarnya.

Dari data media, kurban warga LDII terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022 jumlah kurban warga LDII mencapai 42.646 ekor. Selanjutnya pada 2023 mencapai 47.341 ekor dan pada 2024 mencapai 50.460 ekor.

“Untuk tahun 2025 ini LDII menyiapkan lebih dari 4.317 lokasi salat Idul Adha di seluruh Indonesia. Data hewan kurban 2025, total sebanyak 55.952 ekor. Dengan rincian 28.096 ekor sapi, 21 ekor kerbau dan 27.835 ekor kambing. Berarti naik 10,8% dibanding tahun 2024,” pungkasnya.

KH Chriswanto mengajak warga LDII untuk meningkatkan partisipasi dalam kurban pada tahun depan. “Kami berharap tahun depan, partisipasi warga LDII dalam berkurban terus meningkat dan lebih banyak lagi. Karena kurban menunjukkan ketakwaan dan keikhlasan sekaligus berdimensi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.

LDII berharap pelaksanaan kurban tahun ini berimbas positif bagi masyarakat lainnya, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Kami berharap pelaksanaan kurban tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk melaksanakan kurban dengan lebih ikhlas dan lebih luas,” pungkasnya.

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LDII dan Belasan Ormas Teken MoU dengan Lemhannas, Perkuat Ketahanan Ideologi Bangsa

    LDII dan Belasan Ormas Teken MoU dengan Lemhannas, Perkuat Ketahanan Ideologi Bangsa

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Jakarta (15/7). Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dan belasan ormas termasuk LDII menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam memperkuat ketahanan ideologi dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Lemhannas RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/7/2025).   Gubernur Lemhannas RI, TB. Ace Hasan Syadzily, menyampaikan kerja sama ini penting […]

  • Dewan Pakar LDII Tekankan Peran Keluarga dan Pendidikan dalam Membentuk Generasi Emas

    Dewan Pakar LDII Tekankan Peran Keluarga dan Pendidikan dalam Membentuk Generasi Emas

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 83
    • 0Komentar

    WONOGIRI – Membentuk generasi penerus yang unggul dan berkarakter tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses pendidikan yang berkelanjutan sejak usia dini melalui pola asuh yang tepat, lingkungan keluarga yang baik, serta pendidikan yang terarah. Di era digital seperti sekarang, peran orang tua, khususnya ibu, menjadi semakin penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Hal tersebut […]

  • Kebersamaan dan Kekhusyukan Warnai Perayaan Idul Fitri di Jatipurno, Wonogiri

    Kebersamaan dan Kekhusyukan Warnai Perayaan Idul Fitri di Jatipurno, Wonogiri

    • calendar_month Sen, 31 Mar 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Wonogiri, 31 Maret 2025 – Suasana penuh kebersamaan dan kekhusyukan mewarnai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H di Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Ratusan warga dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama masyarakat sekitar berkumpul di Lapangan Kridha Buana untuk melaksanakan sholat Idul Fitri berjamaah pada Minggu […]

  • DPD LDII Kabupaten Wonogiri hadiri Rakorwil II di Kendal

    DPD LDII Kabupaten Wonogiri hadiri Rakorwil II di Kendal

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 345
    • 0Komentar

    KENDAL, GAPURA JATENG — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Tengah menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rakorwil) II di Kompleks GNBS Kebonadem, Barangsong, Kendal, pada Minggu, 16 November 2025. Forum ini menjadi ajang penting menyampaikan hasil Rakornas DPP LDII serta memantapkan arah program organisasi di tingkat daerah. DPD LDII Wonogiri yang menghadiri : * Ketua Sutoyo […]

  • Krisis Dunia Dipicu 4 hal, DPP LDII Ingatkan Segera Ambil Solusi

    Krisis Dunia Dipicu 4 hal, DPP LDII Ingatkan Segera Ambil Solusi

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Jakarta (20/7). Resesi ekonomi dunia dipicu empat masalah, tingginya harga energi dalam hal ini minyak dan gas bumi (migas) dan melonjaknya harga pangan. Di beberapa negara suhu ekstrim memicu kekeringan yang mengakibatkan air mengering. Sementara kemajuan teknologi mendorong negara-negara maju mencari sumber-sumber logam langka. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, saat […]

  • Ketua DPP LDII: Sumpah Pemuda Pengingat Bangsa agar Tak Alergi Perbedaan

    Ketua DPP LDII: Sumpah Pemuda Pengingat Bangsa agar Tak Alergi Perbedaan

    • calendar_month Sab, 28 Okt 2023
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Sabtu (28/10). Sumpah Pemuda sebagai simbol sekaligus tonggak pengingat sebuah kesadaran, bahwa bangsa Indonesia dibangun atas dasar perbedaan dan keragaman. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPP LDII Singgih Tri Sulistiyono, mengomentari konteks kekinian Hari Sumpah Pemuda. “Sumpah pemuda juga sebagai pengingat agar bangsa tidak alergi dengan perbedaan,” tutur Singgih. Guru Besar Sejarah dari Universitas Diponegoro itu […]

expand_less