Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Dakwah » Dewan Pakar LDII Tekankan Peran Keluarga dan Pendidikan dalam Membentuk Generasi Emas

Dewan Pakar LDII Tekankan Peran Keluarga dan Pendidikan dalam Membentuk Generasi Emas

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

WONOGIRI – Membentuk generasi penerus yang unggul dan berkarakter tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses pendidikan yang berkelanjutan sejak usia dini melalui pola asuh yang tepat, lingkungan keluarga yang baik, serta pendidikan yang terarah. Di era digital seperti sekarang, peran orang tua, khususnya ibu, menjadi semakin penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Ustad KH Drs Mohammad Thoyibun SH MM dalam pengajian remaja bertema “Pembinaan Generasi Penerus di Masa Kini” yang digelar di Masjid Baitussubur Bulusulur Wonogiri, Minggu (24/5/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 900 peserta mulai tingkat SMP hingga mahasiswa itu, Dewan Pakar Bidang Pendidikan DPP LDII tersebut menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama pengaruh penggunaan handphone dan perkembangan dunia digital yang begitu pesat.

Menurutnya, banyak anak muda yang awalnya memiliki perilaku baik dan produktif, namun perlahan mengalami perubahan akibat penggunaan gadget yang kurang terkontrol. Karena itu, diperlukan pengawasan dan pembinaan sejak dini agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif.

Mantan Kepala SMA Negeri 1 Surakarta itu menjelaskan, pendidikan ideal perlu dibangun secara bertahap mulai usia PAUD, masa pra remaja, remaja hingga dewasa. Salah satu metode yang dinilai efektif adalah sistem sekolah berbasis asrama atau boarding school karena mampu mendukung pembentukan karakter dan kedisiplinan.

Selain pendidikan formal, ia juga menekankan pentingnya peran seorang ibu dalam kehidupan anak. Menurutnya, doa dan dukungan ibu memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan seorang anak.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan kisah seorang mahasiswa yang memilih mendampingi ibunya ke dokter dibanding mengikuti ujian kampus. Meski tidak mengikuti ujian bersama teman-temannya, mahasiswa tersebut justru memperoleh hasil yang lebih baik dari yang diperkirakan.

Tak hanya membahas pendidikan dan keluarga, Ustad Thoyibun juga menyoroti pola pikir sebagian generasi muda yang cenderung menginginkan pekerjaan ringan dengan penghasilan besar. Ia menyayangkan minimnya minat anak muda mengikuti pelatihan keterampilan maupun program magang kerja yang sebenarnya memiliki peluang cukup baik.

Ia mengingatkan agar penggunaan handphone tidak hanya untuk hiburan semata, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana belajar, mengembangkan kemampuan, hingga mencari peluang usaha secara online.

Menjelang akhir penyampaiannya, ia mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui langkah sederhana, seperti mengumpulkan botol plastik bekas agar dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, generasi emas tidak hanya dibentuk oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga melalui pendidikan yang baik, karakter yang kuat, dukungan keluarga, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak.

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less