Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kegiatan Masyarakat » Wali Kota Kediri Safari ke Pondok Wali Barokah

Wali Kota Kediri Safari ke Pondok Wali Barokah

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Rab, 19 Mei 2021
  • visibility 320
  • comment 0 komentar
Wali Kota Kediri bersama Pengurus Ponpes Wali Barokah

Kota Kediri (18/05) Pondok Pesantren Wali Barokah dan DPD LDII Kota Kediri menerima silaturahmi Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, ia datang ke Ponpes Wali Barokah Kota Kediri didampingi beberapa pejabat Pemerintahan Kota Kediri.

Kunjungannya tersebut dalam rangka bersilaturahmi dengan para kyai dan ulama di beberapa Pondok Pesantren dan Kantor Ormas Islam di Kota Kediri sekaligus meminta maaf selama melayani masyarakat di Kota Kediri. “Kami datang kemari dalam rangka silaturahmi, temu kangen dengan para Pengurus LDII dan sekaligus meminta maaf selama memberikan pelayanan di Kota Kediri,” ungkap Abu. “Dan kami juga berterimakasih kepada Pengurus dan Warga LDII yang selama ini membantu Pemerintah Kota Kediri dalam hal apapun,” imbuhnya.

Kota Kediri adalah Kota yang identik dengan pesantren yang ada di dalamnya, beragam Ormas dan Pondok Pesantren ada di Kota Kediri, tetapi masyarakat dan tokoh – tokoh agamanya pun guyub rukun dengan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama). “Kota Kediri itu Kota bernuansa Pondok Pesantren, bisa rukun dalam wadah FKUB, bahkan Kota Kediri merupakan Kota yang mendapatkan Penghargaan karena kerukunan umat beragamanya,” jelasnya.

Pria yang kerap dipanggil Mas Abu ini juga tidak lupa selalu mengingatkan kepada masyarakat terutama Warga Ponpes Wali barokah dan Warga LDII untuk selalu terapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari – hari, karena pandemi ini masih belum berakhir. “Pandemi belum berakhir, maka saya harapkan Pengurus dan Warga LDII supaya selalu terapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari – hari, juga para Pengurus LDII supaya membantu Pemerintah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan, karena bagaimanapun bahwa Ormas dan Pondok Pesantren juga berperan penting untuk membantu Pemerintah dalam pengendalian penyebaran covid 19” jelasnya.

Mas Abu mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kota Kediri untuk tidak menyembunyikan penderita Covid 19, sebab apabila disembunyikan justru akan merugikan dirinya sendiri. “Covid 19 bukanlah sebuah aib, itu adalah virus yang tidak bisa diremehkan, apabila ada yang terpapar covid 19, tidak perlu disembunyikan, Pemerintah Kota Kediri siap untuk membantu menyembuhkan dan mentracing kontak erat dengan masyarakat yang terpapar covid 19, bisa langsung menghubungi saya atau staf – staf di Pemerintah Kota Kediri, apabila terpapar covid 19 dan tidak sakit bisa melakukan isolasi mandiri” ungkapnya.

Pada masa pandemi covid 19, Roda Perekonomian masyarakat harus tetap berjalan, sebab Perekonomian ini merupakan hal yang sangat penting. Mas Abu juga mengimbau perekonomian harus bisa berjalan seiring dengan kesehatan, walaupun kenyataannya juga sulit menerapkannya. “Sesuai arahan dari Presiden RI, bahwa Roda Perekonomian harus tetap berjalan seiring dengan Kesehatan, walaupun kadang – kadang sulit, sebab apabila perekonomian berjalan lancar otomatis tidak bisa menghindari berkerumun, sehingga tetap harus bisa beriringan dengan Kesehatan, kedisiplinan menjaga kesehatan akan dapat meningkatkan perekonomian daerah, apalagi Bandara Kediri sebentar lagi akan segera difungsikan, mau ndak mau Masyarakat Kota Kediri harus ikut andil dalam meningkatkan taraf perekonomiannya,” pungkasnya.

Sambutan Wali Kota Kediri

Pada sesi sambutan, H.Sunarto, Ketua Ponpes Wali Barokah menceritakan profil pondok dan keadaan Pondok selama dalam masa pandemi yang selalu taat pada aturan Pemerintah dan selalu berusaha menerapkan 5 M dalam lingkungan Pondok, serta memberikan dukungan penuh pada Pemerintah dengan selalu memberikan Pendidikan Wawasan Bela Negara pada para santri. “Semenjak pandemi terjadi di Indonesia, kami selalu berusaha mentaati aturan Pemerintah, menerapkan 3 M yang sekarang dikembangkan menjadi 5 M dan mendukung Pemerintah dengan rutin memberikan Wawasan Bela Negara kepada para santri Pondok”, jelasnya.

Hubungan antara Pemerintah Kota Kediri dengan Ponpes Wali Barokah dan LDII selama ini sangat baik. LDII selalu membantu Pemerintah dalam menegakkan aturan – aturan Pemerintah. Maka dalam pertemuan tersebut, H.Sunarto berharap hubungan bisa selalu terjalin dengan baik, sehingga Pemerintah bisa menjalankan aturan – aturan dengan baik dan menjadikan Kota Kediri semakin baik serta mendapatkan beberapa Penghargaan yang dapat menambah kesejahteraan Masyarakat Kota Kediri. “Kami berharap hubungan ini bisa selalu terjalin dengan baik, antara LDII dengan Pemerintah Kota Kediri, Pemerintah bisa menjalankan aturan – aturan dengan baik dan menjadikan Kota Kediri semakin baik serta mendapatkan beberapa Penghargaan yang dapat menambah kesejahteraan Masyarakat Kota Kediri”, pungkasnya.

Masa Pandemi masih belum berakhir, maka banyak upaya – upaya yang dilakukan oleh Pondok Wali barokah dalam mencegah menyebarluasnya covid 19, tiga kali dalam sehari Ponpes Wali Barokah memberikan menu khusus Jamu empon – empon untuk para santri supaya imunitas tubuh meningkat dan badan selalu sehat. “Kami rutinkan tiga kali sehari santri pondok untuk mengkonsumsi jamu empon – empon yang kami racik dan tanam sendiri sebagai upaya peningkatan imunitas tubuh, sehingga tidak mudah terkena penyakit, termasuk covid 19 ini yang masih menyebar di Indonesia”, ungkapnya.

Pada akhir sesi acara ini, H.Sunarto menjelaskan bahwa dalam Bidang Pendidikan, Ponpes Wali Barokah membuat Lembaga Pendidikan Wustha yang sudah berjalan selama dua tahun dan LDII juga meluncurkan platform pondokkarakter.com yang dapat membantu Pemerintah dalam membentuk karakter luhur generasi penerus di Indonesia. “Ponpes Wali Barokah telah membuat Lembaga Pendidikan Wustha sudah berjalan dua tahun ini dan LDII juga telah meluncurkan platform pondokkarakter.com yang dapat membantu Pemerintah dalam membentuk karakter luhur generasi penerus di Indonesia”, pungkasnya. (Wd)

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum DPP LDII: Indonesia Adalah Wilayah Paling Strategis, Kita Harus Selalu Siap Bela Negara

    Ketum DPP LDII: Indonesia Adalah Wilayah Paling Strategis, Kita Harus Selalu Siap Bela Negara

    • calendar_month Kam, 19 Des 2024
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Jakarta (19/12). Bela negara terus digelorakan, bukan hanya memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang terjadi pada 19 Desember 1948 di Sumatera Barat akibat agresi militer Belanda kedua. Namun juga, ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dan bahkan perang di abad 21 sangat multidimensi yang membutuhkan pemikiran dan solusi untuk menang. Menurut Ketua Umum DPP LDII […]

  • Media Gathering

    Pemerintah Lakukan Efisiensi, LDII Minta Masyarakat Terapkan Hidup Sederhana

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Jakarta (9/3). Pemerintah mengetatkan anggaran belanja negara dengan efisiensi di berbagai kementerian. Meskipun efisiensi tersebut diupayakan tidak mengganggu layanan publik, namun kondisi ekonomi dunia yang juga tak menentu yang harus diantisipasi dengan cara hidup yang hemat atau efisien. “Salah satu indikasi ketidakpastian ekonomi dunia, adalah terjadi PHK besar-besaran di pabrik-pabrik yang berorientasi ekspor. Sejak akhir […]

  • Event Pencak Silat, Sarana Shilaturahim Antar Perguruan

    Event Pencak Silat, Sarana Shilaturahim Antar Perguruan

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Lines_Wng -Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonogiri menggelar sarasehan dengan para ketua perguruan pencak silat dan bela diri di kabupaten tersebut, Kamis (25/3). Sarasehan itu dihadiri Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing, Kasatpol PP Kabupaten Wonogiri Waluyo, Danramil 03/Ngadirojo Kapten Inf Sumadi, ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Wonogiri Eko Budi Santoso, ketua Ikatan […]

  • DPD LDII Wonogiri Gelar Kerja Bakti Nasional Peringati HUT RI ke-80

    DPD LDII Wonogiri Gelar Kerja Bakti Nasional Peringati HUT RI ke-80

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 930
    • 0Komentar

    Minggu (3/8). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di tiga lokasi, yaitu lingkungan Kantor DPD LDII Wonogiri, Pondok Pesantren Al Barru, dan SMP-SMA Bina Insani Wonogiri. Kegiatan kerja bakti ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPP LDII kepada seluruh jajarannya di tingkat daerah dalam mengisi momen kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kerja […]

  • Ketum DPP LDII Ajak Insan Sepak Bola Evaluasi Diri Terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

    Ketum DPP LDII Ajak Insan Sepak Bola Evaluasi Diri Terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

    • calendar_month Sel, 4 Okt 2022
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Jakarta (3/10). Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan 125 orang dan korban luka-luka 323 orang, mengundang keprihatinan DPP LDII. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso turut berbelasungkawa dan menyatakan keprihatinannya. “Tragedi ini tak bisa diputar kembali, kami mendoakan agar para korban diterima di sisi Allah dan diberi kedudukan yang […]

  • Bamsoet “Jangan Sampai Demokrasi Bergeser Manjadi Transaksional”

    Bamsoet “Jangan Sampai Demokrasi Bergeser Manjadi Transaksional”

    • calendar_month Sab, 20 Jan 2024
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 391
    • 0Komentar

      Menanggapi soal keberagaman dalam bingkai persatuan, Ketua DPW LDII Jawa Tengah Singgih Tri Sulistiyono yang juga Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, mengatakan awal kemerdekaan, para aktivis saat itu membangun narasi yang romantis seperti misalnya, “Atas dasar rasa senasib sepenanggungan, maka kita siap berjuang,” itu sudah bisa memunculkan rasa persatuan. “Namun jika narasi di […]

expand_less