Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bangun Generasi Profesional Religius, LDII Ajak Maluku Tingkatkan Kontribusi

Bangun Generasi Profesional Religius, LDII Ajak Maluku Tingkatkan Kontribusi

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Sab, 24 Sep 2022
  • visibility 188
  • comment 0 komentar
doc dpp

Ambon (23/9). Generasi profesional religius, tidak hanya menguasai ilmu, tapi juga memahami implementasi. Ditambah, akhlakul karimah dan mandiri. Istilahnya saat ini, profesional di bidangnya dalam bingkai moralitas dan religiusitas, berkarakter Indonesia dan karakter agama yang kuat.

Hal itu dikatakan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso di program acara Tribun Bastory milik Tribun Ambon News, Jumat (23/9). Jelang Muswil VII LDII Prov. Maluku, program tersebut secara eksklusif membahas upaya membangun Maluku dengan generasi unggul profesional religius. 

Anggota DPR RI Fraksi PKS Saadiah Uluputty yang juga narasumber acara tersebut mengatakan, Maluku memiliki daya tarik sendiri di mata dunia secara histori. Bukan hanya sumber rempah, tapi juga pusat peradaban agama. Seperti salah satu masjid yang umurnya lebih tua dari Masjid Demak, ia mencontohkan. “Secara strategis, dinamika yang terbuka adalah modal dasar bagi generasi muda Maluku,” ujarnya.

Karena itu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) agar tidak menjadi beban demografi adalah keharusan. “Hal itu krusial, apalagi adanya kecanggihan teknologi, dunia digital,” ujar Chriswanto.

Ia menekankan, generasi muda harus menjadi subyek yang disiapkan dengan memperbanyak literasi digital. Apalagi sebelum mengelola inti sumber daya alam, Chriswanto menambahkan, “SDM itulah yang harus dipersiapkan. Untuk mengubah mindset dan perilaku orang memang kerja besar.”

“Profesionalitas, relevan dengan nilai religius,” Saadiah mengatakan. Satu tantangan, secara histori akar budayanya kuat dan karakter religiusnya beragam. Jika mengambil benang merah, menurutnya tema profesional religius ini sudah pas. Satu substansi yang dapat diambil jadi ruh, bahwa manusia lahir dalam keadaan dunia sudah tersedia apa pun. “Tinggal bagaimana karakter orang yang akan mengubahnya. Karakter relevan itu tadi, profesional religius,” ujarnya.

Sifat yang harus dimiliki generasi muda, katanya senada dengan KH Chriswanto, adalah iman. “Jika sudah demikian, dia akan tahu bagaimana bersikap profesional religius.”

Menanggapi hal itu, KH Chriswanto mengatakan Indonesia yang sejak dulu sudah mengenal toleransi, ketika nilai karakter itu dimasukkan maka seharusnya tidak susah. Inilah tantangan yang nyata dihadapi.

“Pencerahan bagi generasi muda kita, salah satu diantara karakter tersebut, apapun agamanya, iman itu adalah bagian penting dalam pelaksanaan karakter. Dengan dasar itu lalu mau belajar, sehingga menjadi alim. Dari sifat alim tersebut akan diimplementasikan,” katanya. Nilai-nilai alim yang disampaikan yakni tabiat luhur rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah, mujhid-muzhid.

Chriswanto juga memaparkan, bahwa LDII selama ini dengan program 8 bidang pengabdian prioritas, yakni Kebangsaan, Pendidikan, Keagamaan, Ekonomi Syariah, Kesehatan, Teknologi Digital, Pangan, dan Energi Baru-Terbarukan, telah sejalan dengan program pemerintah. “Kebangsaan yang saya taruh pertama karena kita perlu sadar bahwa kita adalah orang beragama yang hidup di Indonesia, jangan sampai berbenturan,” ujarnya.

Bidang pendidikan, LDII menyasar pendidikan pada pengelola sekolah atau pendidiknya. “Pendidikan ini memperkuat dari akar. Bahkan bisa saya katakan elemen terkecil dalam pendidikan adalah keluarga,” kata Chriswanto.

Dengan pemaparan 8 bidang program pengabdian tersebut, Saadiah juga mengamini jika pengelolaan potensi sumber daya alam Maluku mampu bersanding dengan program tersebut.

Indeks pembangunan manusia menjadi variabel penting dalam optimalisasi potensi laut atau maritim, itu sudah menjawab permasalahan bangsa, menurutnya.

Negara dengan jumlah pulau begitu besar, punya kekuatan maritim yang besar. Jumlah 12 juta ton ikan per tahun, Maluku menjadi wilayah sektor tangkap terbesar bagi negara, meski dalam pembudidayaan masih sekitar 7 persen. “Artinya Indonesia punya peluang menjadi poros perekonomian,” kata Saadiah.

Upaya memaksimalkan potensi alam dengan karakter profesional itu, atau seperti yg dicanangkan pemerintah upaya ekstensifikasi, intensifikasi, dan diversifikasi. “Kultur budaya kemaritiman tidak bicara dari sisi produksi tapi pengaturan konsep visi daerah. Yakni Implementasi tersalurkan holistik. Dimulai dari konsep pengelolaan berbasis laut, mengolah barang hasil laut sehingga semuanya bernilai ekspor,” ujarnya.

Menurutnya lagi, nelayan Maluku banyak, tapi jarang ada yang profesional dengan lulusan sarjana atau sekolah vokasi. Ia berharap, sekolah-sekolah yang berbasis karakteristik kepulauan itu diperbanyak.

Terkait dengan potensi alam, Saadiah juga berharap LIN (Lumbung Ikan Nasional) menjadi satu kebijakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Menurut Saadiah, masalahnya industri perikanan itu sendiri tidak ada di Maluku. “Tapi hanya sebagai fishing ground, akhirnya tidak menjadi perekonomian bagi masyarakat,” ujarnya.

Chriswanto mengatakan, masyarakat Maluku harus jadi pelaku utama jika ingin mewujudkan LIN. LDII Maluku juga mengupayakan hal tersebut. Dalam mengawal LIN dan Ambon Newport, semangat itu perlu terus ada.

Ia terus menegaskan, jangan hanya wacana atau diskusi, jadilah orang yang bermanfaat. “Melangkah dari impian, ada evaluasi, kemudian lebih baik lagi. Seperti yang sudah saya kutip, khoirunnas anfauhum linnas, bermanfaat untuk lainnya.”

Saadiah juga mengatakan, harapan itu ia kembalikan lagi pada penduduk Maluku sendiri. “Jika ingin berubah dan ingin maju, berbuatlah, bekerjalah,” katanya. (Mas-pri,lines-wng)

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, LDII Usulkan Perkuat Lima Aspek

    Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, LDII Usulkan Perkuat Lima Aspek

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta (6/3). Komisi VIII DPR RI tengah menyusun RUU Perubahan atas UU No 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Mereka mengundang ormas-ormas Islam, antara lain MUI, PBNU, PP Muhammadiyah, dan LDII. Dalam “Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) Tentang Pengelolaan Dana Haji”, di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (6/3) tersebut, Sekretaris […]

  • DPP LDII: Penghentian Impor Pangan Penting untuk Kemandirian Pangan

    DPP LDII: Penghentian Impor Pangan Penting untuk Kemandirian Pangan

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta (5/2). Pemerintah berkomitmen menghentikan impor beras, jagung pakan dan gula pada 2025. DPP LDII menilai keputusan tersebut sangat tepat, karena bertujuan mewujudkan kemandirian pangan. Ketua DPP LDII, Rubiyo mengungkapkan, Indonesia memiliki sumberdaya alam dan tenaga kerja yang sangat memadai, tapi perlu pengelolaan yang baik termasuk mengatur konversi lahan pertanian menjadi nonpertanian, “Sehingga sangat memungkinkan […]

  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, LDII Ajak Nyalakan Kembali Semangat Pemuda 1928 untuk Hadapi Tantangan Abad 21

    Peringati Hari Sumpah Pemuda, LDII Ajak Nyalakan Kembali Semangat Pemuda 1928 untuk Hadapi Tantangan Abad 21

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Jakarta (28/10). Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober menjadi saksi bahwa bangsa Indonesia lahir dari cita-cita dan kesepakatan moral, bukan dari darah atau dominasi. Karena itulah, peringatan 28 Oktober menjadi pengingat abadi bahwa kebangsaan Indonesia lahir dari tekad moral dan persatuan kaum muda, yang harus terus dijaga dan dihidupkan oleh setiap generasi. Menurut Ketua […]

  • Bupati Wonogiri Gelar Bukber dan Tarawih Bersama LDII, Perkuat Ukhuwah Islamiyah

    Bupati Wonogiri Gelar Bukber dan Tarawih Bersama LDII, Perkuat Ukhuwah Islamiyah

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Wonogiri – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno bersama Wakil Bupati Imron Rizkyarno, Rabu (19/03/2025), buka bersama diteruskan salat tarawih dengan keluarga besar LDII Kabupaten Wonogiri. Acara yang digelar di Ponpes Bairuha’ Kecamatan Jatipurno Wonogiri berlangsung meriah namun tetap khidmat dan lancar. Ketua LDII Wonogiri Sutoyo melaporkan, Safari Ramadhan 1446H/2025 Bupati Wonogiri meriah karena melibatkan ratusan warganya […]

  • Lokasi Vaksinasi Ideal, Panglima TNI dan Kapolri kembali kunjungi Ponpes Minhaajurrosyidin

    Lokasi Vaksinasi Ideal, Panglima TNI dan Kapolri kembali kunjungi Ponpes Minhaajurrosyidin

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Jakarta (13/7). Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali meninjau lokasi vaksinasi di Padepokan Pencak Silat Persinas ASAD, Pondok Minhaajurrosyidin, Jakarta Timur pada Selasa (13/7). Kedatangan mereka disambut Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso dan Ketua Ponpes Minhajurrosyiddin KH Muhammad Asy’ari Akbar. Vaksinasi kali ini dikhususkan untuk peserta usia […]

  • Akademisi Paramadina Ingatkan Pendidikan Jadi Tantangan Bangun Kualitas SDM Nasional

    Akademisi Paramadina Ingatkan Pendidikan Jadi Tantangan Bangun Kualitas SDM Nasional

    • calendar_month Kam, 24 Agu 2023
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Jakarta (24/8). DPP LDII menggelar Webinar Kebangsaan dalam rangka menyongsong Rakernas LDII 2023. Acara tersebut berlangsung di Gedung DPP LDII yang terletak di Senayan, Jakarta Selatan. Senior Advisor Paramadina Public Policy Institute, Abdul Malik Gismar menyoroti pentingnya memahami makna demokrasi sebagai bukan sesuatu yang abstrak. Dia menjelaskan bahwa demokrasi harus dipahami sebagai suatu sistem yang […]

expand_less