Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lintas Agama » Tersirat Pesan Islam yang Inklusif Dalam Pancasila

Tersirat Pesan Islam yang Inklusif Dalam Pancasila

  • account_circle Editor@ldiiwonogiri
  • calendar_month Sel, 1 Jun 2021
  • visibility 296
  • comment 0 komentar

Jakarta (1/6). Keberagaman suku, ras, dan agama di Indonesia menjadi keelokan tersendiri berkat adanya Pancasila. Meskipun Islam menjadi agama mayoritas, agama-gama lain dapat dijalankan dengan bebas di Indonesia.

“Hari lahir Pancasila menjadi momen untuk mengenang jasa para pendiri bangsa. Atas jasa mereka, bangsa Indonesia bisa menjalankan hak asasi yang esensial yakni memeluk agama atau keyakinan dan menjalankan ibadah,” ujar KH Chriswanto Santoso.

Menurutnya, Pancasila yang inklusif sejalan dengan nilai-nilai Islam. Inklusivitas Pancasila itu, membuat semua agama di Indonesia nyaman dan tenteram beribadah, bahkan umat Islam yang mayoritas pun turut melindungi keberagaman agama di Indonesia.

“Pancasila dan Islam itu beriringan, bahkan nilai-nilai Islam terdapat dari sila pertama hingga kelima,” ujar KH Chriswanto Santoso. Ia mengatakan, meskipun terjadi perdebatan sengit mengenai Piagam Jakarta dan terjadi kompromi dengan mengubahnya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, hal tersebut justru membuka ruang Islam yang inklusif.

KH Chriswanto Santoso menyitir Bung Karno, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan wujud memeluk agama yang dilandasi gotong royong, “Di dalam gotong-royong terdapat sikap saling menghormati, menghargai, toleransi, semangat membantu, tanpa meninggalkan jati diri sebagai umat Islam atau pemeluk agama tertentu,” imbuhnya.

Ia mendorong umat Islam yang inklusif, “Atas dasar prinsip Pancasila yang menjadi asas organisasi kami, dan Islam yang rahmatal lil alamin, kami mendorong warga LDII dan umat Islam umumnya untuk toleran, terbuka, saling menghargai dan menghormati tanpa meninggalkan keyakinannya,” tuturnya.

Di mata KH Chriswanto, Pancasila sebagai ideologi yang inklusif, menekankan penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, “Dalam kondisi bangsa yang hidup di negeri yang bukan negara berdasarkan agama ataupun sekuler, justru kehidupan beragama menjadi indah. Penuh toleransi, yang memungkinkan semua umat beragama berkontribusi dalam pembangunan,” imbuhnya.

KH Chriswanto Santoso Ketua Umum DPP LDII

Radikalisme, pada akhirnya tidak mendapat ruang di Indonesia, begitu pengingat dari KH Chriswanto Santoso, “Menganggap paling benar sendiri, hanya menciptakan golongan atau kelompok yang radikal. Hal ini tak sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila,” imbuhnya. Untuk itu, ia mengingatkan para tokoh agama atau sekelompok orang untuk tidak memaksakan agama atau keyakinan, karena bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Ia mengingatkan, sebagai negara demokrasi yang mayoritas penduduknya umat Islam, Indonesia menjadi teladan bagi negara-negara lain, “Di Indonesia, mayoritas melindungi minoritas. Pancasila yang menjadi dasar negara, memastikan agar tidak terjadi penindasan terhadap minoritas,” pungkasnya.

KH Chriswanto mengatakan, pesan-pesan Islam yang inklusif diwakili bahkan digemakan dengan kuat oleh Pancasila. Kelahiran Pancasila menurutnya, juga merupakan cermin kebesaran hati para tokoh-tokoh Islam saat itu, “Meskipun umat Islam berjuang memerdekakan Indonesia, tokoh-tokoh agama yang lain tak kalah besar jasanya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Dan Pancasila jadi cermin yang elok kebesaran jiwa para pendiri bangsa itu,” imbuhnya.

Wd_Wng

  • Penulis: Editor@ldiiwonogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum DPP LDII: Indonesia Adalah Wilayah Paling Strategis, Kita Harus Selalu Siap Bela Negara

    Ketum DPP LDII: Indonesia Adalah Wilayah Paling Strategis, Kita Harus Selalu Siap Bela Negara

    • calendar_month Kam, 19 Des 2024
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Jakarta (19/12). Bela negara terus digelorakan, bukan hanya memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang terjadi pada 19 Desember 1948 di Sumatera Barat akibat agresi militer Belanda kedua. Namun juga, ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dan bahkan perang di abad 21 sangat multidimensi yang membutuhkan pemikiran dan solusi untuk menang. Menurut Ketua Umum DPP LDII […]

  • Menyerang Keretakan Bangsa Dengan Bom Bunuh Diri, Ketum LDII : Persatuan dan Kesatuan Bangsa Harus Kuat

    Menyerang Keretakan Bangsa Dengan Bom Bunuh Diri, Ketum LDII : Persatuan dan Kesatuan Bangsa Harus Kuat

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Jakarta (28/3). Katredal Makasar diserang Aksi teror bom bunuh diri, mengundang keprihatinan DPP LDII. Aksi yang melukai sembilan jemaat dan menewaskan pelaku, menurut Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso merupakan serangan terhadap kemanusiaan, karena dilakukan pada saat bangsa Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19. “Kami warga LDII mengutuk peristiwa tersebut, karena bukan hanya aksi teror […]

  • Kepala Kemenag Wonogiri Tekankan Penguatan Karakter Bangsa Berbasis Akhlaul Karimah di RAPIMDA LDII

    Kepala Kemenag Wonogiri Tekankan Penguatan Karakter Bangsa Berbasis Akhlaul Karimah di RAPIMDA LDII

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Wonogiri (24/10) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri, H. Haryadi, S.Ag., M.Si., menyampaikan materi penting mengenai *“Penguatan Karakter Bangsa dengan Akhlaul Karimah Menuju Indonesia Emas 2045 yang Berkeadilan”* dalam kegiatan Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) LDII Kabupaten Wonogiri, Kamis (24/10). Dalam paparannya, Haryadi menekankan pentingnya membangun karakter bangsa yang kuat sebagai pondasi menuju Indonesia […]

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2024
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Komisi VIII MPR RI Sebut Sekolah Virtual Kebangsaan LDII, Program Solutif Atasi Permasalahan Bangsa Jakarta (23/11).Sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara MPR RI dan DPP LDII pada September lalu, LDII menyelenggarakan Sekolah Virtual Kebangsaan Seri I bersama MPR RI. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid, pada Sabtu (23/11), di Gedung DPP LDII, […]

  • kegiatan TMMD

    Perbaiki Jalan, Meski Pandemi, TNI Tetap Terjun Membangun Desa

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 273
    • 0Komentar

    LinesWNG– 14/3/21 Walaupun masih dalam situasi pandemic yang melanda dunia termasuk Indonesia, TNI terus turun dan mengabdikan diri ke masyarakat. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI bersama Polri dan Pemda serta organisasi kemasyarakatan, melanjutkan kegiatan TMMD di berbagai wilayah di Indonesia demi membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk salah satu jalan desa di Kecamatan Jatiroto, Pemuda LDII dan Perguruan Silat PERSIAS […]

  • Family Gathering PC LDII Kecamatan Wonogiri: Menyatukan Kebersamaan dalam Kebahagiaan photo_camera 1

    Family Gathering PC LDII Kecamatan Wonogiri: Menyatukan Kebersamaan dalam Kebahagiaan

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Editor@ldiiwonogiri
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Wonogiri, 29 Mei 2025 – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Wonogiri sukses menggelar kegiatan Family Gathering pada hari Minggu, 29 Mei 2025 bertempat di Lapangan Pringgondani, Kabupaten Wonogiri. Acara dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan diikuti dengan antusias oleh seluruh keluarga besar PC LDII Kecamatan Wonogiri. Kegiatan diawali dengan nasehat oleh […]

expand_less